Bobby Nasution Dorong Optimalisasi 170 Hektare Lahan Sawah di Gunungsitoli
Bobby Nasution meninjau rehabilitasi irigasi Afia senilai Rp8,6 miliar di Gunungsitoli. Proyek ini ditargetkan menambah lahan sawah potensial hingga 170 hektare.--Dok. Pemprov SUMUT
SUMUT.DISWAY.ID - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau proyek rehabilitasi jaringan irigasi Afia di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli. Proyek senilai Rp8,6 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut tersebut ditargetkan meningkatkan luas lahan sawah potensial di kawasan itu.
Peninjauan dilakukan pada Kamis (29/10/2026). Rehabilitasi jaringan irigasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kepulauan Nias.
Bobby mengatakan, pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Pemko Gunungsitoli mengusulkan kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan, sedangkan Pemprov Sumut memberikan dukungan anggaran untuk pelaksanaannya.
BACA JUGA:Catat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Dimulai 2 November 2026
"Secara aturan, wilayah irigasi di bawah 1.000 hektare merupakan kewenangan kabupaten/kota. Namun, atas usulan Pak Wali Kota, Pemprov Sumut hadir memberikan dukungan anggaran untuk mengoptimalkan potensi persawahan di tempat ini," ujar Bobby saat meninjau proyek tersebut.
Rehabilitasi jaringan irigasi Afia mencakup empat titik pekerjaan. Lokasi A memiliki panjang 999 meter, Lokasi B sepanjang 250 meter, Lokasi C sepanjang 268,5 meter, sedangkan Lokasi D mencapai 985 meter.
Melalui pembangunan tersebut, luas lahan sawah potensial di kawasan Afia diproyeksikan meningkat dari 135 hektare menjadi sekitar 167 hingga 170 hektare. Angka tersebut berasal dari total luas baku persawahan sekitar 254 hektare.
Selain memeriksa pekerjaan fisik, Bobby juga berdialog dengan para petani untuk mendengarkan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi yang disampaikan antara lain terkait harga pupuk bersubsidi, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta kebutuhan fasilitas pengering gabah atau dryer.
Petani juga menyampaikan kebutuhan traktor, mesin perontok padi (power thresher), peningkatan jalan usaha tani, hingga perbaikan bendungan induk. Berbagai kebutuhan tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas hasil panen.
Bobby menegaskan, sinergi antara Pemprov Sumut dan Pemko Gunungsitoli akan terus diperkuat untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Kepulauan Nias.
Sementara itu, Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut terhadap pembangunan infrastruktur pertanian di wilayahnya. Menurutnya, rehabilitasi jaringan irigasi Afia berpotensi memperluas area persawahan yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
"Dengan selesainya jaringan irigasi ini, kami mengestimasi luas lahan potensial dapat meningkat hingga 167 sampai 170 hektare. Dukungan Pemprov Sumut sangat berdampak langsung bagi peningkatan hasil panen masyarakat kami," tutur Sowa'a Laoli.
Sumber: