353 Murid di Karo Keracunan Makanan Gratis, Dapur SPPG Dihentikan Sementara

353 Murid di Karo Keracunan Makanan Gratis, Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution-IG-

sumut.disway.id - Korban keracunan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melonjak menjadi 353 murid. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution, menyebut peristiwa ini sebagai kejadian fatal yang berdampak langsung pada anak-anak.

"Ini kejadian fatal yang berdampak kepada anak-anak kita, total sekarang ada 353," ujar Bobby.

Para siswa mengalami gejala keracunan saat jam belajar hingga malam hari. Satu korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan dan sempat mendapat perawatan di ICU, sebelum kondisinya mulai membaik.

Bobby menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pasti keracunan. Pihaknya kini menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumut.

"Makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi. Nanti dari situ baru bisa dipastikan sumbernya dari mana," tambahnya.

Dapur Penyedia Dihentikan Sementara

Dapur penyedia MBG yang memicu keracunan massal ini merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berskala besar. Dapur ini bertanggung jawab melayani lebih dari 2.900 penerima manfaat.

Buntut kasus fatal ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil tindakan tegas. BGN telah mengeluarkan surat pemberhentian operasional sementara bagi SPPG tersebut.

"Pak Kepala BGN sudah sangat tegas memberikan sanksi, setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," ungkap Bobby.

Gejala Mual Hingga Sesak Napas

Kasus keracunan massal ini melanda murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo. Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, sebanyak 265 korban terdata dari jenjang SMA dan SMK.

Korban tersebar di SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 murid, SMA Swasta Bersama 25 murid, serta SMK Swasta Bersama 38 murid. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.

Siswa mulai merasakan gejala tak lama usai menyantap menu makan siang berupa sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Diduga kuat sumber keracunan berasal dari olahan ikan tersebut.

Gejala awal muncul berupa rasa gatal pada mulut usai menyantap makanan. Sejumlah siswa kemudian mengeluhkan kulit gatal, mual, hingga sesak napas.

Sumber: