Respons Menohok Bobby Nasution Usai Dituduh Arogan Oleh Pimpinan DPRD Sumut
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan keterangan usai rapat paripurna pengesahan LPJ APBD Sumut 2025 di DPRD Sumut.-IG-
sumut.disway.id - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menepis tuduhan yang menyebut dirinya arogan usai aksi keluar (walk out) dari rapat paripurna DPRD Sumut. Politikus Gerindra ini justru menyindir balik pihak yang mengkritiknya agar mempelajari aturan tata tertib persidangan.
Tudingan arogan sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi NasDem, Ricky Anthony. Ricky menilai aksi Bobby meninggalkan ruangan paripurna saat agenda penandatanganan LPJ APBD 2025 merupakan bentuk tindakan yang tidak patut.
Pernyataan Ricky tersebut disampaikan pada Rabu, 29 Juli 2026, dan sempat menyita perhatian publik di media sosial. Ricky menegaskan bahwa kritikan itu mewakili sikap resmi partainya selaku salah satu pimpinan dewan.
Bobby menyampaikan bantahan tersebut usai menghadiri rapat paripurna pengesahan LPJ APBD Sumut 2025 di Gedung DPRD Sumut pada Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menilai keputusan meninggalkan ruangan persidangan pada Selasa, 21 Juli 2026, sudah tepat karena kuorum anggota dewan belum terpenuhi.
Menurut Bobby, kehadiran fisik kepala daerah tidak ada gunanya jika anggota DPRD yang hadir tidak memenuhi kualifikasi dua pertiga dari total anggota.
"Kecuali berjalan dengan lancar, berjalan dengan baik, berjalan dengan sesuai tatibnya, tiba-tiba saya keluar, itu baru arogan," kata Bobby.
Ia menganggap tuduhan arogansi tersebut salah alamat karena permasalahan utama terletak pada tingkat kehadiran para wakil rakyat di ruang sidang.
"Coba suruh belajar lagilah yang bilang arogan itu," ujar Bobby.
Menantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tata tertib DPRD mewajibkan batas minimal kehadiran anggota dewan sebelum rapat dapat resmi dibuka. Pihak eksekutif tidak bisa memaksakan agenda penandatanganan berkas jika dewan sendiri belum kuorum.
Ricky Anthony sebelumnya mengutarakan bahwa sikap Bobby yang memilih pergi di tengah persiapan rapat dinilai merusak komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif.
Ia menyebut pandangan serupa akan kembali ditegaskan oleh fraksinya pada pemandangan umum dewan.
Meski sempat diwarnai aksi walk out dan aksi saling sindir, DPRD Sumut akhirnya tetap mengesahkan LPJ APBD Sumut TA 2025 dalam rapat paripurna lanjutan.
Sumber: