Menggali Sejarah Sumut, Ini 5 Museum Terkenal di Medan yang Wajib Disambangi

Menggali Sejarah Sumut, Ini 5 Museum Terkenal di Medan yang Wajib Disambangi

Bangunan bersejarah Rumah Tjong A Fie di pusat Kota Medan.-IST-

sumut.disway.id - Kota Medan tidak cuma menawarkan ragam kuliner dan lanskap alam. Ibu kota Sumatera Utara ini menyimpan rekam jejak sejarah serta kekayaan budaya melalui deretan museum yang terawat dengan baik.

Destinasi wisata edukasi ini menyajikan beragam koleksi kuno, mulai dari bangunan berasitektur khas, uang darurat masa perang, hingga dokumen pers tertua.

Berikut lima museum di Medan yang layak masuk dalam daftar kunjungan:

1. Rumah Tjong A Fie

Berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 105, destinasi ini dulunya merupakan kediaman Tjong A Fie, pedagang berpengaruh asal Tiongkok berpangkat mayor. Bangunan bergaya arsitektur perpaduan Tionghoa, Eropa, dan Melayu ini buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB.

Pengunjung cukup membayar tiket masuk seharga Rp35.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak. Di dalamnya tersimpan koleksi perabot antik, foto keluarga, serta artefak rekam jejak kehidupan sosial Medan di masa lampau.

2. Museum Negeri Sumatera Utara

Museum yang berada di Jalan HM Joni Nomor 51 ini memajang koleksi lengkap sejak era prasejarah, masa kerajaan, hingga zaman kolonial. Pengelola melengkapi area pameran dengan fasilitas layar sentuh dan animasi interaktif.

Situs edukasi ini beroperasi hari Selasa hingga Minggu pukul 08.30–16.00 WIB. Tarif tiket masuknya terjangkau, yakni Rp3.000 per orang.

3. Museum Uang Sumatera Utara

Terletak di Jalan Pemuda Baru III, museum ini khusus menampilkan evolusi alat tukar pembayaran di Indonesia. Koleksinya mencakup koin zaman kesultanan, mesin cetak uang masa agresi militer Belanda, hingga uang darurat daerah (ORIDA dan ORITA).

Pengunjung dapat mengamati sejarah moneter nasional setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB dengan retribusi tiket Rp10.000 per orang.

4. Museum Perjuangan Pers Sumatera Utara

Museum di Jalan Sei Alas Nomor 6, Medan Sunggal, ini berdiri sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi insan pers dalam merebut kemerdekaan. Tempat ini menyimpan artefak cetak, peralatan jurnalistik tua, hingga lembaran koran tertua terbitan tahun 1744.

Sumber: