Abaikan Cibiran Banyak Orang, Bobby Nasution Tetap Berkantor 3 Bulan di Nias
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau langsung proyek pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias.-IG-
sumut.disway.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tak ambil pusing atas kritik dan cibiran yang mengarah padanya terkait keputusan berkantor di Kepulauan Nias. Ia memilih tetap berkantor selama tiga bulan di wilayah terluar tersebut mulai Rabu 15 Juli 2026 demi mengebut pembangunan daerah.
Upaya yang dilakukan Bobby ini untuk memastikan kehadiran pemerintah daerah sekaligus mengejar ketertinggalan infrastruktur di Nias.
"Saya sudah bertekad ingin membangun Nias. Kalau ada yang mencibir atau mengejek, bagi saya tidak masalah. Kami hadir atas nama pemerintah," tegas Bobby, Kamis 23 Juli 2026.
Pelaksanaan tugas di Nias dijalankan secara bergantian bersama Wakil Gubernur Sumut H. Surya. Pada pekan pertama, Bobby turun langsung meninjau wilayah Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Utara. Selanjutnya, penanganan tugas harian dilanjutkan oleh Wagub Surya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memprioritaskan perbaikan sektor infrastruktur dasar. Salah satunya melalui rekonstruksi Jembatan Sungai Mo’awo di Gunungsitoli yang menjadi akses vital menuju Nias Utara.
Selain jembatan, pengerjaan jalan strategis sepanjang 2,3 kilometer yang menghubungkan Lolowau di Nias Selatan menuju Sirombu di Nias Barat dijadwalkan mulai Agustus 2026.
Guna menekan lonjakan harga bahan pokok akibat kendala distribusi cuaca laut, Pemprov Sumut merancang gudang logistik regional di Gunungsitoli. Fungsi Pelabuhan Roro Gunungsitoli juga ditingkatkan sebagai pusat distribusi barang.
Di sektor pendidikan, Pemprov Sumut merelokasi gedung SMKN 1 Gido ke Desa Somi di atas lahan dua hektar untuk menghindari ancaman banjir sungai. Pembangunan tahap awal ditargetkan selesai November 2026.
Sementara itu, SMAN Unggulan Sukma Nias mendapat kucuran anggaran Rp87 miliar untuk pembenahan total gedung, asrama, dan laboratorium.
Sektor kesehatan juga diperkuat lewat peningkatan status Puskesmas Mandrehe menjadi puskesmas rawat inap berkapasitas 10 tempat tidur. Fasilitas ini dilengkapi alat USG 4D dan ruang persalinan modern, didukung penempatan dokter residen hasil kerja sama dengan USU dan UGM.
Pemprov Sumut turut memeta zonasi wilayah berdasarkan potensi daerah. Nias Selatan difokuskan sebagai pusat destinasi wisata dan budaya. Sementara Kabupaten Nias, Nias Utara, dan Nias Barat diproyeksikan menjadi sentra pangan dan hasil laut.
Menanggapi wacana pemekaran Nias menjadi provinsi baru, Bobby menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pemerataan pembangunan dan memajukan perekonomian warga lokal.
Sumber: