Duel Takhta Piala Dunia 2026: Ambisi Rekor Messi dan Kejutan Skuad Muda Spanyol
Mega bintang Argentina Lionel Messi dan Lamine Yamal jelang final Piala Dunia 2026.-Foto:Dok.FIFA-
sumut.disway.id – Bersiaplah menyaksikan duel sengit dengan intensitas tinggi pada partai final Piala Dunia 2026. Jika merujuk pada rekam jejak sejarah, pertandingan puncak turnamen sepak bola terbesar di bumi ini hampir selalu menjanjikan drama banjir gol.
Berdasarkan data dari 22 edisi final terdahulu, tim yang keluar sebagai juara rata-rata mampu melesakkan 2,6 gol ke gawang lawan. Sebaliknya, tim yang kalah harus puas dengan catatan rata-rata 1,1 gol.
Tren ofensif ini terlihat jelas pada dua edisi final terakhir yang menyajikan total 12 gol. Prancis menumbangkan Kroasia 4-2 pada 2018, disusul duel menegangkan Argentina kontra Prancis yang berakhir imbang 3-3 pada 2022 sebelum akhirnya dimenangi Albiceleste lewat drama adu penalti.
Sejarah mencatat, tim yang mampu mencetak minimal dua gol di laga final memiliki peluang menang sangat besar, dengan 17 kali berhasil mengangkat trofi.
Hanya ada satu momen final yang berakhir kacamata 0-0 sepanjang sejarah, yakni saat Brasil menekuk Italia lewat adu penalti pada edisi 1994 yang kebetulan juga digelar di Amerika Serikat.
Misi Scaloni Masuk Klub Elite Pelatih
Jika Argentina berhasil keluar sebagai pemenang, sang juru taktik Lionel Scaloni akan mengukir tinta emas. Pelatih yang membawa Argentina juara pada edisi 2022 ini berpeluang menjadi orang kedua dalam sejarah yang mampu memenangi dua trofi Piala Dunia sebagai pelatih.
Hingga saat ini, rekor langka tersebut masih dipegang sendirian oleh pelatih legendaris Italia, Vittorio Pozzo, yang sukses meraih gelar beruntun pada edisi 1934 dan 1938.
Belum ada pelatih modern lain yang mampu menyamai catatan itu. Nama-nama besar seperti Mario Zagallo, Franz Beckenbauer, dan Didier Deschamps baru sebatas mengawinkan gelar juara saat bertindak sebagai pemain dan pelatih.
Panggung Rekor Istimewa Lionel Messi
Begitu menginjakkan kaki di rumput stadion, mega bintang Argentina Lionel Messi langsung mengunci status baru sebagai pemain non-kiper tertua yang pernah tampil di final Piala Dunia dalam usia 39 tahun. Rekor sebelumnya dipegang oleh penggawa Swedia, Gunnar Gren, yang berusia 37 tahun pada final 1958.
Satu-satunya sosok yang lebih tua dari Messi di laga final adalah kiper legendaris Italia, Dino Zoff, yang berusia 40 tahun saat mengangkat trofi juara pada 1982.
Tak cuma itu, Messi juga akan menyamai rekor legenda Brasil, Cafu, sebagai pemain yang tampil di tiga final Piala Dunia berbeda. Menariknya, karena Cafu sempat menjadi pemain pengganti di salah satu finalnya, Messi bakal mencetak rekor mandiri sebagai satu-satunya pemain yang menjadi starter utama di tiga laga final.
Dilema Usia Muda di Skuad La Roja
Kondisi kontras justru diperlihatkan oleh kubu Timnas Spanyol. Pelatih La Roja diprediksi akan langsung menurunkan dua pemain yang masih berusia remaja di bawah 20 tahun, yakni Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang sama-sama baru menginjak usia 19 tahun.
Langkah ini menjadi perjudian sejarah yang menarik. Pasalnya, sepanjang perhelatan Piala Dunia, belum pernah ada satu pun tim nasional yang sukses mengangkat trofi juara dengan mengandalkan lebih dari satu pemain remaja di dalam susunan starting eleven mereka.
Sumber: