Sentil Prancis Tak Punya Pemain Asli, Mantan PM Spanyol Banjir Kecaman

Sentil Prancis Tak Punya Pemain Asli, Mantan PM Spanyol Banjir Kecaman

Timnas Prancis siap berlaga melawan Spanyol di Piala Dunia 2026 di Texas.-Foto:IST-

sumut.disway.id - Mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menuai kecaman hebat dari berbagai pihak. Dirinya dinilai melontarkan pernyataan bernada rasis dengan menyebut tim nasional Prancis tidak memiliki satu pun pemain asli Prancis di ajang Piala Dunia.

Komentar kontroversial politisi dari Partai Populer konservatif Spanyol tersebut ditulis dalam kolom opininya untuk media Spanyol, El Debate. Tulisan itu terbit menjelang laga semifinal Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Prancis.

"Mereka memenangkan setiap pertandingan di Piala Dunia ini dan saat ini berada di peringkat teratas FIFA. Mereka juga memiliki skuad yang sangat kuat. Meski begitu, satu hal yang tidak mereka miliki adalah pemain Prancis," tulis Rajoy pada 10 Juli 2026.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari jajaran pejabat Prancis. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengatakan identitas negaranya tidak diukur dari aspek fisik.

"Prancis tidak memiliki warna kulit. Klaim sebaliknya lahir dari kebodohan, rasisme, atau kombinasi keduanya," tegas Barrot kepada stasiun televisi Prancis BFM TV pada Senin 13 Juli 2026.

Kecaman senada datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo. Melalui platform X, Diallo menyebut ucapan Rajoy membawa aroma rasisme yang tidak bisa ditoleransi.

"Pernyataan Mariano Rajoy tentang tim Prancis membawa aroma rasisme yang tidak tertahankan. Para pemain kami tidak membutuhkan sertifikat kewarganegaraan dari mantan perdana menteri Spanyol," tulis Diallo.

Pembelaan Partai Populer dan Sindiran PM Spanyol

Melihat gelombang kritik yang datang, juru bicara Partai Populer, Borja Semper, langsung pasang badan. Ia mengklaim tulisan Rajoy hanyalah bentuk sindiran tanpa ada niat buruk di baliknya.

"Kolom opini tersebut ditulis tanpa niat jahat. Ekspresi itu digunakan murni tanpa maksud buruk," bela Semper.

Meski begitu, pemerintah sosialis Spanyol yang saat ini berkuasa langsung mengutuk keras komentar Rajoy. 

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan sindiran tajam melalui akun X pribadinya tanpa menyebut langsung nama sang pendahulu.

"Ada pihak yang masih mengukur rasa memiliki berdasarkan nama belakang, tempat lahir, atau warna kulit. Sementara yang lain mengukurnya dari akar kita di suatu negara dan keinginan untuk berkontribusi. Sampai jumpa di semifinal, Prancis. Semoga tim terbaik yang menang dan rasisme kalah," tulis Sanchez.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, juga mendesak pemimpin Partai Populer, Alberto Nunez Feijoo, untuk segera menolak dan tidak mengakui pernyataan Rajoy tersebut.

Pemain Prancis Pilih Fokus di Lapangan

Pertandingan semifinal antara Prancis melawan Spanyol sendiri dijadwalkan berlangsung di markas klub NFL Dallas Cowboys, Arlington, Texas. Gelandang timnas Prancis, Warren Zaire-Emery, mengaku tidak tahu dan tidak peduli dengan polemik tersebut.

Sumber: