Diduga Aniaya Karyawan, Hary Tanoe Dilaporkan ke Polres Jakpus

 Diduga Aniaya Karyawan, Hary Tanoe Dilaporkan ke Polres Jakpus

Diduga Aniaya Karyawan, Hary Tanoe Dilaporkan ke Polres Jakpus-dok.istimewa-

SUMUT.DISWAY.ID - Bos MNC Asia Holding Hary Tanoesoedibjo dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan, Kamis (9/7/2026). Hary Tanoe dilaporkan karena diduga menganiaya salah seorang karyawannya, Sadiah Amir Sussy.

Laporan terhadap Hary Tanoe diterima Polres Metro Jakarta Pusat dengan Nomor: LP/B/2014/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Ia dilaporkan oleh seseorang bernama Wahyu Adi Setiawan.

Dalam laporannya, terungkap kronologi dugaan penganiayaan terhadap Sadiah Amir Sussy yang juga Branch Manager MNC Bank, Kantor Cabang Utama Kebon Sirih. Berdasarkan laporan ke Polres Metro Jakpus, dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 21:30 WIB di kantor korban.

"Terlapor datang langsung memaki korban dan menampar wajah korban sebanyak dua kali lalu memasukkan sepatunya ke mulut korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar dan nyeri pada bagian wajah," bunyi kronologi peristiwa dugaan penganiayaan oleh Hary Tanoe dikutip dari Surat Tanda Penerimaan Laporan Polres Metro Jakpus, Kamis (9/7/2026).

Sebelum laporan dibuat, video pengakuan Sadiah Amir Sussy yang diduga dianiaya Hary Tanoe lebih dulu viral di sejumlah media pada Rabu (8/7/2026). Melalui kuasa hukumnya, Sogi Bagaskara, korban mengungkap awal mula dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa malam.

Peristiwa itu bermula saat Sadiah dipanggil Hary Tanoe terkait dugaan persoalan dalam penyelenggaraan dana. Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada tindakan yang diduga melampaui batas.

“Klien saya ditampar, bahkan mulutnya dimasukkan sepatu. Itu bentuk kekerasan yang tidak bisa dibenarkan,” kata Sogi, Rabu (8/7/2026).

BACA JUGA:Perkara Rp 119 T Hary Tanoe Diputus Pekan Depan, CMNP Yakin Menang

BACA JUGA:Mantan Hakim Agung Nilai CMNP Relevan Gugat Hary Tanoesoedibjo

Sadiah menguatkan pernyataan tersebut dalam pengakuannya. “Saya dimaki, dibentak, disuruh buka sepatu, lalu dipukul. Semua orang di situ melihat, tapi tidak ada yang menghentikan,” ujar Sadiah.

Parahnya lagi, Sadiah juga mengaku dipermalukan dengan dipaksa membuka pakaian serta dituduh hal-hal yang tidak berdasar. “Saya diminta buka baju, dituduh macam-macam. Saya merasa sangat direndahkan. Kalau memang saya salah, seharusnya dibicarakan baik-baik, bukan dengan kekerasan,” tuturnya.

Menurut Sadiah, peristiwa itu terjadi di lingkungan kerja dan disaksikan sejumlah pihak, termasuk atasan. “Ada yang melihat, bahkan pimpinan, tapi tidak ada yang menolong. Saya hanya bisa pasrah,” tegas Sadiah.

Sumber: