Merasa Dicurangi Saat Lawan Argentina Federasi Mesir Protes ke FIFA

Merasa Dicurangi Saat Lawan Argentina Federasi Mesir Protes ke FIFA

Timnas Mesir-efa-

sumut.disway.id – Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) melayangkan protes keras dan menyatakan tidak akan tinggal diam atas hasil babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka menilai kepemimpinan wasit sangat bias dan tidak adil saat Mesir ditumbangkan Argentina dengan skor 3-2 pada Selasa 6 Juli 2026 lalu.

Kekalahan tersebut memukul mental kubu Mesir. Sempat unggul, Mesir harus menerima kenyataan pahit setelah Argentina mencetak tiga gol balasan hanya dalam waktu 13 menit. 

Laga ini tercatat sebagai salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia.

Pihak EFA menegaskan memperjuangkan hak tim nasional merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Pengabaian terhadap kepentingan timnas dipandang sebagai bentuk kelalaian terhadap tanggung jawab federasi.

"Membela hak dan kepentingan tim nasional Mesir bukanlah perkara yang bisa diabaikan atau dianggap remeh," tulis pernyataan resmi EFA pada Rabu 9 Juli 2026.

Protes keras ini langsung memicu reaksi dari Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina. Mantan wasit legendaris tersebut pasang badan membela anak buahnya dan meminta semua pihak menghormati integritas pengadil lapangan.

Collina menyatakan diskusi mengenai keputusan wasit adalah hal wajar, namun tuduhan tanpa bukti tidak memiliki tempat dalam sepak bola. Menurutnya, tuduhan sepihak seperti itu sangat berbahaya karena bisa memicu ancaman nyata bagi keselamatan wasit dan keluarga mereka.

Petaka VAR Pembatal Gol Kedua

EFA menyoroti kegagalan wasit dalam mengoperasikan sistem Video Assistant Referee (VAR) secara tepat sebagai biang kerok kekalahan. Mesir sejatinya sempat bersorak saat mencetak gol kedua pada menit ke-58 lewat aksi Marwan Attia.

Namun, kegembiraan itu sirna setelah VAR membatalkan gol tersebut. Wasit menilai Attia telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, dalam proses membangun serangan. EFA menilai keputusan itu sangat tidak konsisten dan merusak jalannya pertandingan.

Collina kembali membantah tudingan Mesir terkait insiden tersebut. Ia menjelaskan, VAR berhak melakukan intervensi jika mendeteksi adanya pelanggaran dalam proses terciptanya gol, tanpa batasan jarak maupun durasi waktu kejadian.

"Dalam tayangan ulang, Attia terlihat jelas menginjak kaki pemain nomor enam Argentina, Lisandro Martinez," jelas Collina. Ia menegaskan, VAR wajib mengoreksi kesalahan jika wasit utama di lapangan luput melihat pelanggaran tersebut.

Tuduhan Membela Lionel Messi

Mesir sebenarnya sempat memperbesar keunggulan menjadi 2-0 lewat gol Mostafa Ziko. Namun, momentum pertandingan berubah total sejak menit ke-79 setelah umpan matang Lionel Messi berhasil dikonversi menjadi gol oleh Cristian Romero. Gol itu menjadi awal dari tiga gol beruntun Argentina.

Drama memuncak dua menit memasuki masa injury time saat Argentina mencetak gol kemenangan. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, tertangkap kamera menyilangkan tangan membentuk simbol 'X' sebagai bentuk protes atas dugaan pelecehan rasial.

Usai laga, Hassan melempar kritik pedas dengan menyebut timnya telah dijegal oleh sistem sepak bola global. Ia menuduh adanya perlakuan istimewa dari perangkat pertandingan demi meloloskan Lionel Messi dan Argentina.

Sumber:

Berita Terkait