Angin Kencang dan Longsor Landa Nias, Satu Kantor Pemerintah Dilaporkan Rusak
Petugas BPBD mengevakuasi material pohon tumbang yang menimpa salah satu fasilitas kantor pemerintahan akibat angin kencang.-ANT-
sumut.disway.id - Cuaca ekstrem melanda kawasan Kepulauan Nias, Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara melaporkan, amukan angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa satu unit kantor milik pemerintah di Kabupaten Nias Selatan.
Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Saat ini, petugas di lapangan sedang fokus membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak.
"Berdasarkan laporan yang diterima, satu unit perkantoran mengalami rusak sedang," kata Sri Wahyuni saat memberikan keterangan pers di Medan, Selasa (23/6).
Evakuasi Material dan Mitigasi Lanjutan
Pasca-kejadian, pemerintah daerah setempat bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan sterilisasi area. Petugas memprioritaskan pembersihan sisa material bangunan serta batang pohon yang merobohkan fasilitas umum tersebut.
Selain proses evakuasi fisik, tim teknis di lapangan mulai menjalankan kajian mitigasi bencana untuk memetakan potensi risiko di titik terdampak.
Perempuan yang akrab disapa Yuyun ini menambahkan, BPBD Provinsi Sumatera Utara terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak BPBD tingkat kabupaten. Koordinasi ini bertujuan memastikan pemenuhan kebutuhan logistik dan penanganan kedaruratan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Akses Jalan Antardesa Terputus di Kabupaten Nias
Dampak cuaca buruk ternyata tidak hanya berpusat di Nias Selatan. Pusdalops Sumut mencatat wilayah tetangga, yakni Kabupaten Nias, juga mengalami pem pembebanan lingkungan akibat curah hujan yang tinggi. Imbasnya, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Ulogawo.
Material longsoran tanah tersebut menutup jalur transportasi darat yang menghubungkan Desa Tuhewaebu menuju Desa Soromaasi.
Akibatnya, mobilitas warga di kedua desa sempat mengalami hambatan. Meski menutup akses jalan utama antardesa, Sri Wahyuni memastikan peristiwa tersebut tidak memakan korban luka maupun korban jiwa.
Mengingat kondisi atmosfer yang masih belum stabil, BPBD Sumut mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kepulauan Nias agar meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta mengantisipasi potensi kemunculan cuaca ekstrem susulan yang sewaktu-waktu bisa kembali terjadi di wilayah tersebut.
Sumber: