Angin Kencang Terjang Sumatera Utara, PLN Kebut Perbaikan Belasan Tower Transmisi
LN Kebut Perbaikan Belasan Tower Transmisi di Sumut-(Dokumen Istimewa)-
DISWAY.SUMUT.ID - Sumatera Utara kembali menghadapi dampak cuaca ekstrem setelah hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah pada Kamis malam (4/6).
Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur kelistrikan milik PT PLN (Persero), termasuk beberapa tower transmisi yang roboh dan mengalami deformasi.
PLN saat ini tengah mengerahkan tim untuk mempercepat proses pemulihan, dengan melakukan perbaikan terhadap total 12 tower transmisi yang terdampak.
Langkah ini dilakukan, guna menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor usaha di wilayah Sumatera Utara.
"Gangguan tersebut sempat berdampak pada sistem kelistrikan di sebagian wilayah Sumatera Utara," ungkap Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak PLN, kerusakan paling signifikan terjadi pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk.
Pada jalur tersebut, tower T18, T19, dan T20 dilaporkan roboh, sementara tower T17 dan T21 mengalami kondisi bengkok akibat terpaan angin berkecepatan tinggi.
Tidak hanya itu, gangguan juga terjadi pada jaringan SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan.
Enam tower, yakni T77 hingga T82, mengalami roboh, sedangkan tower T76 tercatat mengalami kerusakan berupa bengkok pada struktur konstruksinya.
"Saat ini, kami mengerahkan seluruh personel dan peralatan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemasangan Tower Emergency (TE) guna mempercepat pemulihan jaringan transmisi yang terdampak," jelasnya.
Untuk memastikan sistem kelistrikan tetap beroperasi selama proses pemulihan berlangsung, PLN menerapkan strategi manajemen beban pada beberapa wilayah di Sumatera Utara.
"Melalui manuver sistem dan upaya pemulihan yang dilakukan secara intensif, pasokan listrik berhasil dipulihkan secara bertahap pada pukul 02.38 WIB," ucapnya.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi, guna menjaga keandalan jaringan sekaligus meminimalkan potensi gangguan listrik yang lebih luas kepada pelanggan.
PLN menegaskan komitmennya, untuk mempercepat proses perbaikan dan memastikan sistem transmisi dapat kembali beroperasi secara optimal.
Sumber: