Bulog Sumut Guyur Pasar dengan 2 Juta Liter Minyakita, Jamin Harga Sesuai HET
--
sumut.disway.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat mengamankan stok minyak goreng bersubsidi di pasaran. Lembaga pangan ini menambah pasokan komoditas Minyakita secara signifikan setelah berhasil menggandeng sejumlah produsen lokal guna mengantisipasi kelangkaan.
Langkah taktis ini memicu lonjakan volume pasokan bulanan yang mengalir ke wilayah Sumatera Utara. Manajemen Bulog mencatat adanya kenaikan kuota yang cukup tajam demi mempertebal napas cadangan pangan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan komitmen tambahan yang sangat besar. Stok baru tersebut siap dilempar ke rantai pasar dalam waktu dekat.
"Kami telah mendapatkan tambahan pasokan dari sejumlah produsen minyak goreng dengan total tambahan mencapai dua juta liter yang sebelumnya 1,7 juta liter per bulan," ujar Budi di Medan.
Perluas Jaringan Distribusi ke Toko Mitra
Tambahan pasokan melimpah tersebut berasal dari kerja sama intensif bersama 11 produsen minyak goreng terkemuka. Bulog Sumut mengandalkan dua jalur distribusi utama untuk mempercepat penyerapan produk di tingkat hilir, yakni melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan jaringan peniti Rumah Pangan Kita (RPK).
Fokus utama dari percepatan distribusi ini adalah menjaga psikologis pasar agar tetap tenang. Dengan membanjiri pasar menggunakan produk subsidi, celah spekulasi harga oleh oknum pedagang nakal dapat ditekan sekecil mungkin.
Guna memastikan barang sampai ke tangan konsumen akhir tanpa hambatan, tim pengawas Bulog juga rajin turun ke lapangan. Petugas secara berkala memantau sejumlah toko mitra di pasar-pasar tradisional agar rantai pasok tidak terputus di tengah jalan.
Harga Eceran Tertinggi Dipatok Mati
Di tengah isu fluktuasi harga barang pokok, Bulog membawa kabar melegakan terkait banderol Minyakita. Manajemen menjamin tidak ada perubahan skema harga di tingkat pengecer resmi. Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk Minyakita masih dipatok mati pada angka Rp15.700 per liter.
Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak dalam aksi borong yang tidak perlu atau panic buying. Pasokan dipastikan akan mengalir secara bertahap dan merata ke seluruh jaringan ritel binaan pemerintah.
"Kami menjamin penyaluran MinyaKita ke pasar sesuai dengan HET dan terus berupaya menjangkau seluruh pasar di Sumatera Utara," kata Budi.
Sumber: