Benjolan di Kelopak Mata Jangan Dianggap Sepele, Pakar Beberkan Penyebabnya
Ilustrasi seseorang memakai kacamata hitam anti-UV untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.-Foto:Unsplash@Alexandru Zdrobau-
sumut.disway.id - Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan sinar ultraviolet (UV) dinilai penting untuk membantu menjaga kesehatan mata, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang disebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada area kelopak mata.
Seorang pakar kesehatan mata mengingatkan bahwa perlindungan dari paparan sinar matahari tidak hanya dibutuhkan kulit, tetapi juga area mata dan kelopak mata. Selain menggunakan tabir surya, pemakaian kacamata hitam anti-UV disarankan guna membantu mengurangi dampak buruk radiasi ultraviolet.
“Penggunaan kacamata anti-UV dapat membantu meminimalkan risiko gangguan pada area mata akibat paparan sinar matahari yang terjadi terus-menerus,” ujar pakar kesehatan mata dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama disebut dapat menjadi salah satu faktor risiko munculnya karsinoma sebasea, yakni tumor ganas yang berkembang pada kelenjar minyak di kulit. Kondisi tersebut diketahui lebih sering ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan.
Gejala awal karsinoma sebasea kerap menyerupai bintitan. Benjolan kecil pada kelopak mata biasanya tampak merah dan bengkak. Namun, berbeda dari bintitan biasa, kondisi akibat tumor ganas umumnya tidak kunjung membaik meski telah mendapatkan penanganan.
“Jika benjolan pada kelopak mata tidak sembuh dalam waktu lama, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk memastikan penyebabnya,” kata pakar tersebut.
Apabila terdeteksi sejak awal, karsinoma sebasea dapat ditangani melalui prosedur operasi untuk mengangkat jaringan tumor. Setelah itu, tindakan rekonstruksi pada area terdampak dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Selain tumor, benjolan pada kelopak mata juga sering dipicu oleh infeksi, seperti hordeolum atau bintitan. Kondisi ini terjadi akibat infeksi pada kelenjar di sekitar folikel rambut di tepi kelopak mata dan kerap dialami individu yang sering beraktivitas di lingkungan berdebu atau luar ruangan.
Sementara itu, kalazion merupakan benjolan yang muncul akibat tersumbatnya kelenjar meibom pada kelopak mata. Baik hordeolum maupun kalazion umumnya dapat ditangani dengan antibiotik, kompres hangat, serta pijatan ringan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pakar juga menyebut tumor pada kelopak mata menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari seluruh kasus keganasan kulit. Risiko kanker kulit diketahui lebih tinggi pada individu berkulit terang dibanding mereka yang memiliki pigmen kulit lebih gelap, termasuk masyarakat Asia dan Austronesia.
Sumber: