Rahasia Pilih Sunblock yang Tepat, SPF Tinggi Ternyata Belum Cukup
Ilustrasi penggunaan sunblock pada wajah untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.-Foto:Unsplash@OnelaUmeri-
sumut.disway.id - Penggunaan sunblock atau tabir surya menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk membantu melindungi kulit dari dampak paparan sinar matahari. Selain mengurangi risiko kulit terbakar, pemakaian tabir surya secara rutin juga dinilai dapat membantu menekan potensi penuaan dini hingga risiko kanker kulit akibat radiasi ultraviolet (UV).
Namun, masih banyak orang yang memilih tabir surya hanya berdasarkan besarnya angka SPF. Padahal, perlindungan kulit dipengaruhi oleh sejumlah aspek lain yang tidak kalah penting.
Secara umum, terdapat dua jenis tabir surya yang bekerja dengan mekanisme berbeda. Tabir surya kimia berfungsi menyerap sinar ultraviolet lalu mengubahnya menjadi panas sebelum berdampak pada kulit. Sementara itu, tabir surya fisik bekerja dengan membantu memantulkan sinar UV agar tidak masuk ke lapisan kulit.
Dalam memilih produk, masyarakat dianjurkan memastikan tabir surya memiliki perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB sekaligus. Produk dengan label broad spectrum dinilai mampu memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap paparan sinar matahari.
Sejumlah kandungan aktif yang umum ditemukan dalam tabir surya di antaranya ecamsule, avobenzone, benzophenone, titanium dioksida, dan zinc oxide. Titanium dioksida dan zinc oxide dikenal efektif membantu melindungi kulit dari sinar UV serta relatif aman digunakan, termasuk bagi pemilik kulit sensitif.
Para ahli juga menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30. Tingkat SPF tersebut dinilai cukup membantu mengurangi paparan sinar UVB yang dapat merusak kesehatan kulit.
Bagi pemilik kulit sensitif, produk dengan kandungan zinc oxide dan titanium dioksida sering menjadi pilihan karena cenderung lebih ramah di kulit dan memiliki risiko iritasi yang lebih rendah. Produk bebas pewangi serta berlabel hipoalergenik juga dapat dipertimbangkan.
Pemilihan tekstur tabir surya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit. Produk berbentuk gel umumnya lebih cocok untuk kulit berminyak karena terasa ringan dan mudah menyerap. Sedangkan produk berbentuk krim lebih sesuai untuk kulit kering yang membutuhkan kelembapan tambahan.
Untuk bayi dan anak-anak, penggunaan tabir surya khusus anak lebih disarankan. Produk tersebut sebaiknya bebas alkohol, paraben, pewangi, dan bahan lain yang berpotensi memicu iritasi pada kulit sensitif.
Meski telah memilih produk yang sesuai, efektivitas tabir surya tetap dipengaruhi cara pemakaian. Tabir surya dianjurkan digunakan kembali setiap dua jam, terutama setelah berenang, berkeringat, atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
“Perlindungan kulit dari sinar matahari akan lebih optimal apabila penggunaan tabir surya dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit,” demikian pentingnya pemakaian sunblock dalam menjaga kesehatan kulit.
Sumber: