Arus Mudik Idul Adha: Kendaraan Tinggalkan Kota Medan Lewat Tol Belmera Naik 17 Persen
--
SUMUT.DISWAY.ID - Pergerakan masyarakat menyambut libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah memicu lonjakan arus lalu lintas di Provinsi Sumatra Utara. Ruas Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) mencatat arus keberangkatan yang masif dari pusat kota menuju berbagai wilayah perlintasan.
Data dari Jasamarga Nusantara Tollroad (JNT) Regional Division menunjukkan dinamika pergerakan yang timpang antara arus masuk dan arus keluar. Aktivitas masyarakat yang meninggalkan Kota Medan mendominasi perlintasan pada H-1 Idul Adha.
Gerbang Tol Amplas Padat Penumpang
Manajemen pengelola jalan tol mencatat sebanyak 23.432 unit kendaraan bergerak keluar meninggalkan Kota Medan melalui Gerbang Tol Amplas. Angka ini mencerminkan kenaikan drastis sebesar 17,65 persen jika bersanding dengan volume lalu lintas pada hari-hari biasa.
Sebaliknya, arus kendaraan yang bergerak masuk menuju jantung Kota Medan lewat pintu tol yang sama terpantau lebih landai. Petugas di lapangan mencatat ada 21.003 armada yang melintas pada periode yang sama.
Senior Manager JNT, Tyas Pramoda Wardhani, memaparkan secara keseluruhan akumulasi kendaraan yang memanfaatkan Tol Belmera pada momentum mudik kali ini menyentuh angka puluhan ribu unit.
"Kendaraan yang melintas menuju Kota Medan melalui Gerbang Tol Amplas tercatat 21.003 kendaraan. Jumlah tersebut tercatat pada hari H-1 Idul Adha atau 26 Mei 2026," ujar Tyas Pramoda Wardhani dalam rilis resminya di Medan, Kamis (28/5/2026).
Tyas menambahkan bahwa akumulasi total lalu lintas pada seluruh bentangan Tol Belmera mencapai 88.243 kendaraan pada puncak arus mudik tersebut. Secara persentase global, angka ini menunjukkan grafik pertumbuhan sebesar 3,47 persen dari kondisi normal.
Imbauan Manajemen Tol Demi Kelancaran Transaksi
Guna mengantisipasi potensi sumbatan di area gardu pembayaran, pihak Jasa Marga mengintensifkan pembaruan informasi kondisi lalu lintas secara berkala. Pengelola tol meminta para pengendara melakukan persiapan matang sebelum memasuki jalur bebas hambatan demi kelancaran bersama.
Para pengguna jalan diimbau memastikan keandalan fisik kendaraan dan kecukupan bahan bakar minyak (BBM) sejak dari titik keberangkatan. Di samping itu, kesiapan kartu pembayaran elektronik menjadi hal yang sangat memengaruhi kecepatan transaksi di gerbang tol.
"Kami merekomendasikan untuk melakukan pengecekan tarif tol dan melakukan pengisian ulang uang elektronik melalui aplikasi Travoy atau di gerai yang tersedia di rest area serta menghindari top up di gerbang tol. Pastikan juga kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo tercukupi sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan adalah nomor satu," kata Tyas.
Sistem pembatasan pengisian saldo di gardu tol bertujuan untuk mencegah antrean mengular yang dapat mengganggu kenyamanan pemudik lain. Manajemen juga mengoptimalkan operasional gardu satelit dan menyiagakan petugas pembantu transaksi di titik-titik rawan kemacetan.
Sumber: