Naik Dua Kali Lipat, Bulog Pasok Bantuan Pangan Bagi 485 Ribu Warga Sumut

Naik Dua Kali Lipat, Bulog Pasok Bantuan Pangan Bagi 485 Ribu Warga Sumut

--

SUMUT.DISWAY.ID - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus memacu akselerasi pendistribusian program jaring pengaman sosial di berbagai kabupaten dan kota. Hingga pekan akhir Mei 2026, lembaga urusan logistik ini sukses menyalurkan paket bantuan pangan pokok kepada 485.880 orang penerima manfaat. Langkah masif ini bertujuan menjaga ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menekan gejolak harga komoditas utama di tingkat pasar eceran.

Realisasi penyaluran tersebut setara dengan 27,66 persen dari total target keseluruhan yang menyasar 1.756.846 warga prasejahtera di seluruh wilayah Sumut.

Rincian Paket Pangan dan Daftar Wilayah yang Rampung

Setiap warga penerima manfaat berhak mendapatkan alokasi berupa 20 kilogram beras medium dan empat liter minyak goreng kemasan merek Minyakita. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa total pasokan yang telah menggelinding ke masyarakat untuk periode Februari hingga Maret 2026 menyerap 9.717 ton beras serta 1.943.520 liter Minyakita.

"Karena sudah ada penjadwalan, target kami selesai di akhir Juni 2026, apalagi pengemasan beras tidak ada kendala," ujar Budi Cahyanto saat memberikan keterangan resmi di Medan, Senin, 25 Mei 2026.

Beberapa daerah tercatat telah menuntaskan seluruh tahapan penyerahan bantuan pangan secara seratus persen. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kota Sibolga, Kota Padangsidimpuan, Kota Tanjungbalai, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Prioritas Kawasan 3T dan Upaya Tekan Inflasi Daerah

Bulog Sumut memberikan atensi khusus pada kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di wilayah Kepulauan Nias yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Saat ini, progres distribusi di Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Selatan sudah menyentuh angka 98 persen, sementara kabupaten pendukung lain di Pulau Nias sedang dalam proses penyelesaian akhir.

Secara keseluruhan, Bulog telah mencadangkan stok fisik sebesar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter Minyakita demi mengamankan seluruh kuota berjalan. Program intervensi ini juga berfungsi sebagai stimulus ekonomi makro untuk menyokong kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut dalam meredam inflasi sektor pangan.

Menariknya, grafik penerima manfaat tahun ini melonjak tajam hampir dua kali lipat jika membandingkannya dengan sirkulasi periode Oktober hingga November 2025 yang kala itu hanya mencatat sebanyak 844.696 penerima. Kenaikan kuota penerima ini memastikan cakupan jaminan sosial pemerintah daerah semakin merata dan tepat sasaran.

 

Sumber: