Banjir Terjang 3 Wilayah di Sumut, Puluhan Warga Mengungsi dan Sawah Terdampak
--
SUMUT.DISWAY.ID - Bencana banjir melanda tiga wilayah di Sumatera Utara (Sumut), yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Peristiwa tersebut tercatat terjadi pada Rabu, 20 Mei, berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut.
Data yang diterima di Medan pada Kamis menunjukkan banjir menyebabkan sejumlah desa, lahan pertanian, rumah warga, hingga akses jalan terdampak. Meski demikian, hingga laporan terakhir diterima, tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut masih bersifat dinamis dan berasal dari hasil pemantauan lapangan oleh Pusdalops Penanggulangan Bencana Sumut.
“Laporan yang masuk merupakan data yang diterima Pusdalops PB Sumut terkait kondisi di wilayah terdampak,” ujar Sri Wahyuni Pancasilawati, Kamis.
Tapanuli Utara Terdampak Paling Luas
Pusdalops mencatat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara berdampak pada tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan. Selain permukiman warga, sekitar delapan hektare area persawahan turut terdampak.
Tak hanya itu, sedikitnya empat rumah warga serta sebagian akses jalan mengalami gangguan akibat genangan air. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan laporan korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi.
Sementara di Kabupaten Pakpak Bharat, banjir dilaporkan melanda satu desa pada satu kecamatan. Dampaknya, satu unit rumah warga dan sekitar lima hektare areal pertanian ikut terdampak.
Pusdalops juga mencatat satu kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Puluhan Warga Mengungsi di Tapanuli Tengah
Berbeda dengan wilayah lainnya, dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan puluhan warga harus meninggalkan rumah mereka. Sedikitnya lima kelurahan di dua kecamatan terdampak genangan air.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 81 jiwa dilaporkan mengungsi demi keselamatan. Hingga kini, tidak ditemukan laporan korban meninggal dunia maupun korban luka.
Sri Wahyuni yang akrab disapa Yuyun menjelaskan pemerintah daerah bersama instansi terkait telah bergerak melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.
“Pemerintah setempat bersama pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Selain penanganan langsung di lokasi, BPBD Sumut juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan proses penanggulangan berjalan optimal, termasuk pemantauan perkembangan situasi di wilayah terdampak banjir.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah, masyarakat di kawasan rawan bencana diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: