Kebut Penormalan Interkoneksi, PLN UID Sumut Berhasil Pulihkan Ratusan Penyulang Listrik
--
SUMUT.DISWAY.ID - Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatra Utara terus bergerak cepat mengejar target pemulihan total jaringan listrik yang lumpuh akibat pemadaman massal. Ratusan personel teknis dikerahkan ke lapangan guna melakukan langkah lokalisasi gangguan serta menormalkan kembali pasokan daya secara bertahap kepada jutaan pelanggan yang terdampak di wilayah Sumut.
Hingga akhir pekan ini, tim reaksi cepat pabrik setrum negara tersebut mencatat progres yang cukup positif dalam memulihkan gardu-gardu distribusi utama. Dari total 540 sirkuit penyulang (feeder) yang sempat kehilangan daya secara serentak, petugas di lapangan telah berhasil mengalirkan kembali setrum ke hampir separuh jaringan distribusi sekunder tersebut.
Otoritas kelistrikan daerah memfokuskan pengerjaan pada gardu-gardu penopang fasilitas pelayanan publik dan pusat aktivitas ekonomi perkotaan. Proses penormalan ini sengaja dijalankan dengan penuh ketelitian teknis guna meminimalkan risiko lonjakan beban yang bisa memicu gangguan sistem sekunder.
Cuaca Ekstrem Jambi Lumpuhkan Sistem Transmisi 275 kV
Akar masalah keruntuhan pasokan daya interkoneksi berskala regional ini bersumber dari luar wilayah Sumatra Utara. Tim investigasi internal PLN mengonfirmasi bahwa hantaman cuaca buruk yang sangat ekstrem di wilayah Sumatra Bagian Selatan menjadi pemicu utama ambruknya pasokan energi.
Badai petir yang melanda koridor provinsial tersebut merusak komponen proteksi vital pada jalur transmisi udara tegangan ekstra tinggi berkekuatan 275 kV yang menghubungkan gardu Muara Bungo menuju Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Insiden fatal yang terjadi pada Jumat petang tersebut seketika memicu pemutusan daya otomatis yang merembet hingga ke subsistem kelistrikan di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
"Hingga saat ini, sebanyak 199 penyulang dari total 540 penyulang yang terdampak telah berhasil dipulihkan. Gangguan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan sebagian wilayah Sumatra terdampak pada Jumat lalu," jelas Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut, Darma Saputra, saat merinci progres perbaikan teknis di Kota Medan.
PLN Janji Transparan dan Minta Pelanggan Pantau Aplikasi Mobile
Dampak pemadaman yang berlangsung cukup lama ini diakui pihak manajemen telah mengganggu kenyamanan hidup domestik serta memicu kerugian di sektor dunia usaha. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, jajaran direksi PLN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas situasi darurat ketenagalistrikan yang tidak terhindarkan ini.
Guna menjaga asas keterbukaan informasi, manajemen berjanji akan terus menyiarkan perkembangan data sisa area pemadaman dan progres perbaikan infrastruktur secara berkala setiap jam. Masyarakat diimbau untuk aktif memanfaatkan kanal digital internal perusahaan guna mendapatkan estimasi waktu penormalan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat pukul 18.44 WIB. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan berkomitmen untuk segera memulihkan pasokan listrik secara bertahap dan andal. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan contact center PLN 123," pungkas Darma Saputra secara tertulis.
Pihak PLN UID Sumut juga meminta masyarakat untuk sementara waktu mematikan peralatan elektronik utama yang sensitif dari stopkontak dinding. Langkah ini sangat dianjurkan demi melindungi komponen elektronik rumah tangga dari risiko fluktuasi voltase saat tegangan listrik utama pertama kali masuk kembali ke wilayah pemukiman warga.
Sumber: