IIsu Seskab Teddy Indra Ditampar Pangkopassus Viral, Penkopassus: Itu Karangan dan Hoaks!

IIsu Seskab Teddy Indra Ditampar Pangkopassus Viral, Penkopassus: Itu Karangan dan Hoaks!

Tangkapan layar unggahan Instagram resmi Penerangan Kopassus yang memberikan label hoaks pada narasi keributan di lingkungan Istana.-Foto:IG@penkopassus-

SUMUT.DISWAY.ID – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan narasi panas mengenai dugaan perselisihan fisik di lingkungan Istana Kepresidenan. Kabar burung tersebut menyeret nama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Mayjen TNI Djon Afriandi.

Isu yang beredar menyebutkan telah terjadi insiden penamparan yang melibatkan kedua petinggi tersebut usai sebuah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pihak Penerangan Komando Pasukan Khusus (Penkopassus) bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi guna meredam kegaduhan.

Kronologi Isu yang Beredar di Media Sosial

Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @retailman69 yang memaparkan kronologi detail namun belum terverifikasi. Akun tersebut mengklaim bahwa insiden bermula saat Pangkopassus Djon Afriandi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo selama 30 menit.

Narasi itu menyebutkan pihak protokoler meminta Djon menunggu di ruang tamu selama 20 menit, sehingga sisa waktu pertemuan menjadi sangat terbatas. Ketegangan dikabarkan memuncak saat Presiden Prabowo keluar ruang kerja dan menegur Djon karena dianggap terlambat masuk sesuai jadwal.

Setelah pertemuan usai, akun tersebut mengeklaim Djon keluar dalam kondisi emosi dan mencari ajudan Presiden yang dianggap bertanggung jawab atas pengaturan waktu tersebut. Sosok ajudan yang disebut berinisial "T" (diduga merujuk pada Teddy Indra Wijaya) dikabarkan langsung ditampar karena dianggap abai terhadap seniornya di korps baret merah.

Klarifikasi Tegas Penkopassus: Kabar Bohong!

Merespons liar di media sosial, Penkopassus secara resmi membantah keras seluruh narasi tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram @Penkopassus pada Selasa (21/4/2026), mereka menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang tidak memiliki dasar hukum maupun bukti valid.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengeklaim adanya keributan antara Pangkopassus dan pihak protokoler, faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid," tulis pernyataan resmi Penkopassus.

Pihak Kopassus menilai ada upaya sengaja dari pihak tertentu untuk menyebarkan fitnah demi memecah belah solidaritas antar-institusi negara. Mereka meminta masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang bersifat provokatif tanpa mengecek sumber resminya.

"Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah solidaritas institusi negara. Jangan jadi penyebar hoaks. Pastikan selalu mengecek informasi melalui sumber resmi dan terpercaya," lanjut keterangan tersebut.

Hingga saat ini, kondisi di lingkungan internal Kopassus maupun Sekretariat Kabinet tetap kondusif dan solid. Penkopassus menegaskan bahwa hubungan antara pimpinan korps baret merah dengan jajaran protokoler Istana tetap berjalan profesional sesuai aturan yang berlaku.

Sumber:

Berita Terkait