Pelatihan Usaha Kunci Pemulihan Ekonomi Perempuan Terdampak Bencana di Sumut
Pelatihan Usaha Kunci Pemulihan Ekonomi Perempuan -(Dokumen Istimewa)-
DISWAY.SUMUT.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mengembangkan strategi pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana, dengan menempatkan perempuan sebagai penggerak utama.
Melalui program khusus, perempuan didorong untuk kembali mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam membangun ketahanan keluarga.
Program ini dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sebagai bagian dari prioritas pembangunan tahun 2026.
“Program PERMATA ini merupakan program prioritas yang kami lakukan di tahun 2026. Kami berharap program ini dapat menjadikan perempuan yang terdampak bencana sebagai pelopor kebangkitan keluarga,” ungkap Kepala Dinas DP3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti.
Fokusnya adalah menciptakan perempuan yang tangguh, sekaligus produktif dalam menghadapi dampak pascabencana.
Pelatihan Kewirausahaan Jadi Kunci
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada perempuan di wilayah terdampak, khususnya yang tinggal di hunian tetap di Tapanuli Selatan.
“Kami mengajak perempuan di huntap Tapsel untuk bertani agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa mendatangkan income sehingga membantu mereka pulih dari bencana. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan pengolahan makanan frozen food serta bantuan alat usaha,” ucapnya.
Materi pelatihan tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung seperti:
- Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.
- Pembuatan vertical garden.
- Pengolahan makanan beku (frozen food).
- Bantuan alat usaha untuk mendukung produksi.
Melalui kegiatan ini, perempuan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru.
Pendampingan Psikososial untuk Pemulihan Mental
Selain aspek ekonomi, pemerintah juga memberi perhatian pada kondisi psikologis korban bencana.
Banyak perempuan dan anak mengalami tekanan emosional, akibat kehilangan anggota keluarga atau tempat tinggal.
Untuk itu, layanan psikososial turut diberikan dengan melibatkan tenaga profesional seperti psikolog, komunitas literasi, hingga organisasi masyarakat.
Sumber: