Polisi Ringkus Sejumlah Orang Pasca-Kericuhan Berdarah di Kantor Gubernur Sumut
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan adanya upaya pengamanan terhadap beberapa oknum yang memicu kekacauan.-Foto:Humas Polri-
SUMUT.DISWAY.ID – Aparat kepolisian bergerak cepat merespons insiden keributan yang menodai acara pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara. Petugas mengamankan sejumlah orang yang diduga kuat terlibat dalam kerusuhan di Aula Raja Inal Siregar, kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4) sore.
Langkah tegas ini diambil guna memulihkan ketertiban di area vital pemerintahan tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan adanya upaya pengamanan terhadap beberapa oknum yang memicu kekacauan.
Penertiban Paksa demi Stabilitas Keamanan
Kombes Ferry menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mengganggu stabilitas keamanan, terlebih di objek vital milik pemerintah. Pihaknya langsung melakukan tindakan penertiban sementara begitu situasi di lokasi mulai tidak terkendali.
"Iya, ada beberapa orang yang kita amankan sementara. Memang kalau ada kericuhan seperti itu, kita tertibkan. Untuk jumlah dan identitasnya belum pasti," ujar Kombes Ferry kepada awak media.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap oknum-oknum yang diringkus. Pemeriksaan mendalam juga tengah dilakukan untuk memetakan peran masing-masing orang dalam kericuhan yang sempat membuat suasana mencekam tersebut.
Update Kondisi Personel Satpol PP yang Terluka
Insiden ini tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga memakan korban dari pihak pengamanan. Rahmat Daulay, personel Satpol PP Sumut yang tengah bertugas, harus dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan setelah terkena pukulan telak di bagian wajah.
Kasatpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi, menjelaskan bahwa pendarahan pada hidung korban cukup serius sehingga memerlukan tindakan medis segera serta visum sebagai dasar pelaporan hukum. Menurutnya, keributan pecah secara mendadak saat Wakil Gubernur Surya baru saja meninggalkan lokasi acara.
"Tentunya yang bertanggung jawab di sini Satpol PP tentang keamanan, tadi ada juga teman-teman dari Polres langsung melerai kerusuhannya," ungkap Moettaqien. Ia menyayangkan konflik internal organisasi tersebut sampai melukai petugas yang hanya menjalankan kewajibannya menjaga area kantor gubernur.
Fokus Penyidikan pada Aktor Intelektual
Hingga saat ini, pihak berwajib masih mendalami pemicu utama kerusuhan yang melibatkan kelompok mahasiswa tersebut. Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak yang memulai aksi kekerasan.
Guna mencegah kejadian serupa, penjagaan di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara kini diperketat. Polisi meminta pihak penyelenggara acara bertanggung jawab atas perilaku anggotanya dan memastikan proses konsolidasi internal dilakukan tanpa aksi fisik yang merugikan publik maupun aparat keamanan.
Sumber: