Krisis Kemenangan: SMeCK Hooligan Ultimatum Pelatih PSMS Menang Telak atau Mundur!

Krisis Kemenangan: SMeCK Hooligan Ultimatum Pelatih PSMS Menang Telak atau Mundur!

--

SUMUT.DISWAY.ID – Gelombang protes melanda internal PSMS Medan menjelang laga krusial melawan Sriwijaya FC pada Minggu (19/4/2026) mendatang. Kelompok suporter fanatik, SMeCK Hooligan, secara terbuka melontarkan ultimatum keras kepada juru taktik Ayam Kinantan, Eko Purdjianto, menyusul rangkaian hasil minor yang mengecewakan publik sepak bola Medan.

Kegagalan meraih poin penuh dalam lima pertandingan terakhir memicu mosi tidak percaya dari para pendukung. Tekanan ini memuncak dengan tuntutan agar PSMS tidak sekadar menang, melainkan harus mampu mencetak lebih dari lima gol saat menjamu Laskar Wong Kito di Stadion Utama Sumatera Utara.

Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, menegaskan bahwa penurunan performa tim menjadi sinyal adanya masalah serius dalam strategi dan mentalitas bertanding. "Awal kepemimpinan Coach Eko menunjukkan tren positif, namun belakangan ini grafik permainan justru merosot tajam," ujar Lawren kepada awak media.

Rekam Jejak Buruk di Lima Laga Terakhir

Kekecewaan suporter sangat beralasan jika menilik statistik pertandingan Ayam Kinantan belakangan ini. Dari lima laga yang dilakoni, PSMS hanya mampu mengais dua poin dari hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan memilukan.

Berikut adalah rincian performa negatif PSMS Medan:

Hasil Imbang: Melawan PSPS Pekanbaru (1-1) dan Persikad Depok (2-2).

Kekalahan: Tumbang dari FC Bekasi City (1-2), Persekat Tegal (0-2), dan Garudayaksa FC (0-1).

Rangkaian hasil ini secara otomatis menutup peluang PSMS untuk promosi ke Super League musim depan. Fokus tim kini bergeser untuk menghindari zona play-off degradasi yang mulai membayangi. Berada di posisi ke-7 dengan 31 poin, posisi PSMS belum sepenuhnya aman dari kejaran Persekat Tegal yang mengantongi 26 poin dengan sisa tiga pertandingan.

Syarat Berat dan Ancaman Pemecatan

SMeCK Hooligan menantang Eko Purdjianto untuk membuktikan kapasitasnya di laga kontra Sriwijaya FC. Lawren secara gamblang meminta kemenangan dengan margin skor yang besar sebagai bentuk penebusan dosa atas performa buruk sebelumnya.

"Kami meminta kemenangan di atas lima gol. Ini adalah ajang pembuktian. Jika target ini gagal, kami meminta pelatih untuk angkat kaki dari jabatannya," tegas Lawren. Ia juga mendesak manajemen agar tidak lagi menggunakan jasa sang pelatih pada musim depan jika target minimal tersebut tidak terpenuhi.

Ultimatum ini menjadi beban berat bagi skuat PSMS Medan di pengujung musim. Setelah meladeni Sriwijaya FC, PSMS dijadwalkan menjamu Adhyaksa FC Banten pada 25 April, sebelum menutup kompetisi dengan laga tandang bertensi tinggi melawan rival abadi, Persiraja Banda Aceh, pada 2 Mei 2026. Tiga laga ini akan menjadi penentu masa depan Eko Purdjianto sekaligus nasib PSMS Medan di kasta kedua sepak bola Indonesia.

Sumber:

Berita Terkait