Bobby Nasution Terapkan WFH di Pemprov Sumut: ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat memberikan keterangan pers terkait penerapan kerja dari rumah bagi ASN di Kantor Gubernur Sumut.-Foto:ANT-
SUMUT.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi mengadopsi kebijakan pola kerja dinamis mulai pekan ini. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi bahwa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut akan mulai melaksanakan sistem Work From Home (WFH) pada Jumat (10/4/2026).
Langkah ini merupakan respon positif atas instruksi pemerintah pusat yang bertujuan menciptakan efisiensi birokrasi dan penghematan energi. Namun, Bobby memberikan peringatan keras agar para pegawai tidak menyalahgunakan waktu kerja di rumah untuk kepentingan pribadi atau berwisata.
"Tujuan utamanya adalah penghematan dan efisiensi. Jika mereka justru jalan-jalan, maka penggunaan BBM akan tetap terjadi dan target kebijakan ini gagal," tegas Bobby Nasution saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (6/4/2026).
Skema Pembagian Kerja dan Pelayanan Publik
Pemprov Sumut akan menerapkan skema pembagian kehadiran 50 persen WFH dan 50 persen Work From Office (WFO). Bobby menjamin bahwa perubahan pola kerja ini tidak akan mengganggu sektor pelayanan publik yang bersifat vital.
Beberapa unit kerja yang tetap beroperasi secara penuh di kantor antara lain:
Rumah Sakit dan Layanan Kesehatan: Seluruh tenaga medis tetap bertugas di lokasi untuk melayani masyarakat.
Operasional Lapangan: Petugas di daerah-daerah yang bersentuhan langsung dengan infrastruktur dan keamanan tetap bekerja normal.
Layanan Administrasi Terpadu: Sistem dipastikan tetap berjalan melalui integrasi layanan digital.
Respons Terhadap Ketidakpastian Ekonomi Global
Kebijakan WFH satu hari sepekan ini sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pemerintah memandang pola kerja berbasis digital sebagai solusi adaptif di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil.
Pemerintah pusat memprediksi kebijakan ini mampu memberikan potensi penghematan besar, terutama pada konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Bobby Nasution menyatakan pihaknya akan memantau secara ketat efektivitas penerapan perdana ini di Sumatera Utara.
"Kami akan melihat perkembangannya. Tugas kami adalah memastikan kebijakan ini berjalan efektif sesuai tujuannya," tambah mantan Wali Kota Medan tersebut.
Melalui transformasi struktural ini, Pemprov Sumut berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif sekaligus berdaya tahan terhadap dinamika ekonomi global.
Sumber: