Profesionalisme Tanpa Batas: Kisah Eko Purdjianto Jalani Ramadan Perdana di Medan
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto,-PSMS Medan-
SUMUT.DISWAY.ID - Ramadan 2026 menjadi catatan baru bagi Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto. Untuk pertama kalinya dalam sejarah karier sebagai pemain hingga kini menjadi pelatih, sosok kelahiran Semarang ini harus menjalani ibadah puasa di Kota Medan, jauh dari dekapan keluarga tercinta.
Bagi Eko, statusnya sebagai profesional di dunia sepak bola menuntut pengorbanan waktu dan jarak. Pengalaman menimba ilmu bersama skuad Primavera di Italia saat masih menjadi pemain muda telah membentuk mentalitasnya. Ia menganggap merayakan hari besar di perantauan, bahkan di luar negeri sekalipun, adalah bagian lumrah dari tugas yang harus ia nikmati dengan rasa syukur.
"Saya profesional saja, ini bagian dari kerja. Dulu sebagai pemain bahkan saat Lebaran pun saya pernah berada di luar negeri. Jadi kita nikmati saja prosesnya," tutur pelatih berusia 50 tahun tersebut pada Minggu, 8 Maret 2026.
Meski jauh dari rumah, Eko tidak merasa kesepian. Ia telah menemukan "keluarga kedua" di lingkungan PSMS Medan. Kehangatan interaksi dengan para pemain, staf kepelatihan, hingga jajaran manajemen membuat suasana Ramadan tetap terasa bermakna. Ritual berbuka puasa bersama di pinggir lapangan usai sesi latihan sore menjadi momen penting yang mempererat ikatan emosional di dalam tim.
Terkait adaptasi kuliner di Ibu Kota Sumatera Utara, Eko mengaku sangat menikmatinya. Meski memiliki pantangan terhadap makanan bersantan dan berkuah, ia tetap mengeksplorasi cita rasa lokal. Mulai dari kelezatan Sup Sipirok hingga kopi khas Medan telah menjadi bagian dari rutinitasnya di perantauan.
"Ramadan di Medan bagi saya lancar dan sangat menyenangkan. Untuk urusan sahur dan berbuka, saya sudah punya tempat langganan di sini sehingga tidak ada kendala sama sekali," pungkasnya.
Sumber: