GEGER! Seorang Istri Prajurit di Papua, Selingkuhi 13 Oknum TNI
ilustras: Perselingkuhan istri prajurit dengan oknium anggota TNI-GeminiAI-
SUMUT.DISWAY.ID - Langit di atas Batalyon Infanteri (Yonif) 756/Wimane Sili mendadak mendung bukan karena cuaca, melainkan oleh kabar miring yang menghantam kehormatan korps. Sebuah laporan bermaterai tertanggal 17 Februari 2026 menjadi hulu ledak yang membongkar perselingkuhan masif. Tidak tanggung-tanggung, 13 prajurit aktif TNI AD diduga terlibat "permainan terlarang" dengan seorang perempuan berinisial FSN (26), yang tak lain adalah istri sah dari rekan seperjuangan mereka sendiri.
Kejadian ini terkuak setelah Sertu Agustian, sang suami yang juga personel Yonif 756/WMS, mencium aroma pengkhianatan di balik mahligai rumah tangganya. Menolak bungkam demi harga diri yang diinjak-injak, ia melayangkan laporan resmi ke meja pimpinan satuan. Laporan itu bukan sekadar keluh kesah, melainkan daftar panjang berisi nama-nama oknum prajurit yang diduga telah mencicipi hubungan gelap bersama istrinya.
Penyidikan pun bergerak cepat. Ruang pemeriksaan di markas batalyon mendadak tegang. Penyidik mengamankan benda-bener bisu yang menyimpan sejuta rahasia: telepon genggam, kartu keluarga, hingga buku nikah yang kini menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah janji setia.
Jejak Digital di TikTok dan 'Ritual' Malam di Kamar Dinas
Fakta yang muncul di meja hijau militer jauh lebih mencengangkan dari sekadar gosip warung kopi. Hasil pemeriksaan awal mengungkap pola perkenalan yang sangat modern namun destruktif. Sebagian besar oknum prajurit mengakui bahwa benih-benih perselingkuhan itu tumbuh di dunia maya. Media sosial TikTok dan aplikasi pesan WhatsApp menjadi pintu masuk utama.
Interaksi yang semula hanya jempol di layar, berubah menjadi pertemuan fisik yang intens. Lokasinya pun berpindah-pindah, mulai dari rimbunnya privasi di rumah dinas, kos-kosan di Jalan Bhayangkara, hingga bilik-bilik hotel di jantung kota Wamena. Dari sembilan prajurit yang telah disumpah untuk memberikan keterangan, mayoritas mengakui adanya hubungan intim. Ironisnya, pengakuan mereka mengerucut pada satu titik: inisiatif komunikasi hingga ajakan bertemu disebut-sebut dominan datang dari pihak perempuan.
Namun, penyidik tidak menelan mentah-mentah klaim tersebut. Pendalaman dilakukan untuk menyisir setiap celah, apakah ada unsur paksaan atau murni suka sama suka dalam "pesta asusila" yang melibatkan prajurit lajang hingga mereka yang sudah berkeluarga ini.
Hambatan Medis dan Bayang-Bayang Pemecatan
Proses pengungkapan kasus ini bukannya tanpa kendala. Fadila, sang saksi kunci, sempat membuat penyidik mengurut dada. Kondisi kesehatannya yang tak stabil akibat riwayat diabetes membuat klarifikasi maraton harus terhenti di tengah malam, tepat pukul 23.00 WIT. Kendala medis ini memaksa penyidik untuk mengatur ulang ritme pemeriksaan agar berkas perkara tetap berjalan sesuai koridor hukum.
Kini, bola panas berada di tangan Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih. Letkol Inf Yoel Sry Liga, Komandan Yonif 756/WMS, telah berkoordinasi intensif untuk memastikan kasus ini ditangani tanpa kompromi. Sepuluh prajurit kini tengah bersiap menghadapi kenyataan pahit di Staltamil Pomdam XVII/Cenderawasih.
Dalam kacamata hukum militer, kasus ini bukan sekadar urusan ranjang. Ini adalah pelanggaran berat terhadap sumpah prajurit dan kode etik Sapta Marga. Sanksi tegas telah menanti di ujung jalan: mulai dari hukuman disiplin berat hingga pintu keluar dari kedinasan alias Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
“Setiap prajurit terikat sumpah dan kode etik militer. Pelanggaran serius akan diproses tanpa pandang bulu,” tegas sumber internal otoritas militer setempat.
Sumber: