Warga Medan Wajib Tahu! Liburan ke Jogja Tak Lengkap Tanpa ke Bhumi Merapi: Bisa Keliling Eropa dalam Sehari

Warga Medan Wajib Tahu! Liburan ke Jogja Tak Lengkap Tanpa ke Bhumi Merapi: Bisa Keliling Eropa dalam Sehari

Rekomendasi wisata Jogja untuk warga Medan: Agrowisata Bhumi Merapi. Nikmati edukasi satwa dan spot foto ala Eropa di lereng Gunung Merapi yang sejuk.-Foto:IG-

SUMUT.DISWAY.ID – Bagi warga Medan yang sedang merencanakan liburan keluarga ke Pulau Jawa, Yogyakarta tetap menjadi destinasi primadona. Namun, jangan hanya terpaku pada Malioboro. Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kabupaten Sleman, terdapat destinasi hits bernama Agrowisata Bhumi Merapi yang menawarkan sensasi keliling dunia tanpa harus menguras kantong.

Terletak di Jalan Kaliurang KM 20, destinasi ini menjadi jawaban bagi wisatawan yang mendambakan udara sejuk pegunungan sekaligus spot foto yang instagramable. Jaraknya yang tak jauh dari pusat kota membuat Bhumi Merapi sangat mudah dijangkau bagi pelancong asal Sumatera Utara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Mataram.

Edukasi Satwa untuk Si Kecil

Bhumi Merapi bukan sekadar tempat bersantai, melainkan pusat edukasi yang ramah anak. Pengunjung dapat mengajak buah hati berinteraksi langsung dengan berbagai koleksi satwa. Mulai dari memberi makan kelinci, menyentuh kura-kura, hingga pengalaman unik memberikan susu melalui dot kepada anakan kambing.

Keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap pos interaksi satwa didampingi oleh pemandu profesional. Anak-anak juga bisa mencoba sensasi berkuda dengan pengawasan ketat, sehingga orang tua bisa tenang menikmati suasana asri lereng Merapi.

Sensasi Keliling Eropa di Langlang Buana

Daya tarik utama yang selalu menjadi incaran kaum milenial adalah zona Langlang Buana. Di sini, pengelola membangun replika ikonik dari berbagai negara. Pengunjung bisa berfoto dengan latar bangunan putih-biru khas Santorini di Yunani, menyusuri suasana rumah kayu ala Pegunungan Alpen di Swiss, hingga merasakan eksotisme Arab Street yang terinspirasi dari kawasan Mediterania dan Timur Tengah.

Bagi penggemar cerita detektif, tersedia spot Underground Baker Street lengkap dengan kotak telepon merah legendaris khas Inggris. Tak perlu khawatir soal kostum, pengelola menyediakan penyewaan pakaian tradisional luar negeri seharga 20.000 saja agar hasil foto makin estetik dan autentik.

Fasilitas Lengkap dan Harga Terjangkau

Dengan tiket masuk sebesar 30.000 per orang, wisatawan sudah bisa mengakses area wisata edukasi, outbound, hingga spot foto Langlang Buana. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan kopi luwak, mulai dari penangkaran hingga menjadi bubuk siap seduh.

Bagi petualang sejati, Bhumi Merapi juga memiliki situs sejarah berupa Goa Ponggolo yang sudah ada sejak tahun 1825. Menyusuri goa sepanjang 350 meter ini memberikan sensasi adrenalin tersendiri bagi wisatawan yang bosan dengan suasana perkotaan.

Saksi Bisu Perang Diponegoro: Goa ini dibangun sekitar tahun 1825-1830. Kalau kamu ingat sejarah, itu adalah masa berkecamuknya Perang Jawa (Perang Diponegoro). Goa ini dulunya berfungsi sebagai saluran irigasi sekaligus tempat persembunyian para pejuang.

Arsitektur Unik: Goa ini unik karena letaknya di bawah tanah (subterranean) dengan aliran air yang jernih. Lebar goanya sekitar 1 hingga 2 meter saja, jadi sensasi menyusurinya sangat privat dan menantang.

Aliran Air Abadi: Di dalam goa terdapat aliran air dari sungai bawah tanah yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Ini yang bikin aktivitas cave tubing atau susur goa di sini seru banget karena airnya dingin khas lereng Merapi.

Sumber: