'Orang Dalam' Berulah? Rico Waas Ancam Pecat Oknum Lurah yang Main Mata di Pasar Murah Medan

'Orang Dalam' Berulah? Rico Waas Ancam Pecat Oknum Lurah yang Main Mata di Pasar Murah Medan

Wali Kota Medan Rico Waas ancam sanksi berat bagi oknum lurah dan camat yang main mata di Pasar Murah Ramadan. Warga lapor sembako ludes dibeli 'orang dalam'.- Foto:ANT-

SUMUT.DISWAY.ID - Wali Kota Medan, Rico Waas, meluapkan kekesalannya setelah menerima rentetan laporan miring terkait pelaksanaan Pasar Murah Ramadan 2026. Melalui pesan singkat di media sosial, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan sembako murah karena stok yang mendadak ludes, diduga akibat praktik "titip-menitip" oleh oknum aparatur wilayah.

Isu adanya prioritas bagi warga yang memiliki kedekatan dengan lurah, camat, hingga Kasi Trantib menjadi sorotan utama. Menanggapi hal itu, Rico memberikan peringatan keras saat membuka secara resmi Pasar Murah Ramadan di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis 12 Februari 2026.

Ancaman Sanksi Pelanggaran Berat

Rico menegaskan bahwa dirinya memantau langsung setiap aduan yang masuk melalui Direct Message (DM) akun media sosial pribadinya. Ia meminta masyarakat tidak segan untuk memotret atau memvideokan jika menemukan kecurangan di lapangan, seperti stok barang yang disembunyikan atau habis sebelum waktunya.

"Hati-hati kawan-kawan semuanya. Warga bisa lapor langsung ke saya. Kalau saya temukan ada yang main-main, ini termasuk pelanggaran berat bagi saya. Hukumannya macam-macam, karena ini berarti memainkan kepercayaan masyarakat," tegas politisi NasDem tersebut dengan nada tinggi.

Sistem Kontrol Ketat di 151 Kelurahan

Guna mengantisipasi kecurangan, Wali Kota Medan menginstruksikan para camat untuk melakukan kontrol ketat terhadap sistem pelaporan barang. Ia tidak ingin melihat antusiasme warga yang ingin mendapatkan harga murah justru berujung kekecewaan karena barang fisik tidak tersedia di kelurahan.

"Jangan sampai barangnya tiba-tiba habis di hari kedua. Saya minta laporannya per sistem, dikontrol dengan bagus. Jangan warga sudah senang dengar kabar harga murah, tapi pas datang barangnya tidak ada," tambahnya.

Subsidi Rp4,1 Miliar untuk Rakyat

Pemerintah Kota (Pemko) Medan sendiri telah mengalokasikan anggaran subsidi yang cukup besar, yakni mencapai Rp4,1 miliar. Program pasar murah ini tersebar di 151 kelurahan dan akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 12 Februari hingga 12 Maret 2026.

Total stok bahan pangan yang disediakan tidak main-main, mencakup 430 ton beras serta berbagai komoditas pokok lainnya seperti minyak goreng, gula, dan telur. Tingginya angka subsidi ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga pangan menjelang bulan puasa. Rico Waas berkomitmen memastikan setiap rupiah dari subsidi tersebut benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan, bukan ke kantong oknum tak bertanggung jawab.

Sumber: