Terjadi Lagi! Banjir Bandang Hancurkan Jembatan dan Tanggul di Tapteng, Warga Kembali Mengungsi

Terjadi Lagi! Banjir Bandang Hancurkan Jembatan dan Tanggul di Tapteng,  Warga Kembali Mengungsi

Hujan deras memicu banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah. Dua jembatan darurat hancur diterjang arus, tanggul jebol, dan akses antardesa terputus total.-Foto:Tangkapan Layar IG@masinton -

SUMUT.DISWAY.ID – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Guyuran hujan deras sejak sore hingga malam kemarin mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik. Infrastruktur darurat yang baru saja selesai diperbaiki pun tidak luput dari amukan arus sungai yang meluap.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, melaporkan bahwa dua jembatan darurat yang menjadi akses vital warga hancur total. Jembatan pertama yang menghubungkan Desa Muara Sibuntuon dengan Desa Sibio-bio di Kecamatan Sibabangun hanyut terbawa arus. Sementara itu, jembatan Aramco di Kecamatan Tapian Nauli yang baru selesai dibangun oleh TNI AD juga hancur diterjang banjir.

Infrastruktur Hancur, Akses Desa Terputus

Hancurnya kedua jembatan ini membuat mobilitas antar-desa lumpuh kembali. Masinton menyebutkan bahwa terjangan air sungai yang sangat deras membuat struktur bangunan darurat tersebut tidak mampu bertahan.

"Akses antar-desa putus kembali. Jembatan di Desa Aloban dan Bair hancur, begitu juga tanggul darurat di Aek Silaga-laga, Kecamatan Tukka, kembali jebol sehingga air mengalir deras langsung ke pemukiman warga," ujar Masinton pada Kamis 12 Februari 2026.

Kondisi serupa terjadi di Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus. Tanggul darurat Aek Sirahar tidak sanggup menahan debit air yang meningkat drastis hingga akhirnya jebol disapu arus sungai.

Longsor Tutup Jalur Kendaraan

Selain banjir, longsor juga mengepung wilayah Tapteng. Di Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, material longsor menutup akses Jalan Lobusingkam di Nagatimbul. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan hanya menyisakan celah kecil untuk kendaraan roda dua.

Beberapa titik longsor lainnya juga terpantau di Kelurahan Lumut, Kecamatan Sibabangun. Pemerintah daerah saat ini tengah mengerahkan tim untuk memantau titik-titik rawan longsor susulan mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif.

Warga Bertahan di Pengungsian

Bencana yang terjadi secara beruntun ini memaksa sebagian warga untuk kembali meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Para pengungsi kini menempati beberapa titik aman yang disediakan pemerintah kabupaten.

"Sebagian warga masih bertahan di pengungsian, mulai dari GOR Pandan, sejumlah Puskesmas, hingga gedung sekolah," jelas Masinton.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan. Tim reaksi cepat sedang berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi dan mencoba membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Sumber: