PSMS Medan Berburu Striker 'Nomor 9' Jelang Putaran Ketiga, Namun Terancam Rugi Besar Akibat Ulah Suporter!

PSMS Medan Berburu Striker 'Nomor 9' Jelang Putaran Ketiga, Namun Terancam Rugi Besar Akibat Ulah Suporter!

PSMS Medan bidik striker baru posisi nomor 9 jelang putaran ketiga Championship. Di sisi lain, Ayam Kinantan harus bayar denda Rp45 juta akibat ulah suporter.-Foto:IST-

SUMUT.DISWAY.ID – Manajemen PSMS Medan bergerak cepat memperkuat komposisi tim menjelang bergulirnya putaran ketiga Championship 2025/2026. Meskipun sebelumnya sempat menyatakan perburuan pemain telah usai, tim berjuluk Ayam Kinantan ini secara mengejutkan membuka kembali peluang untuk mendatangkan ujung tombak baru di sisa bursa transfer.

Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengungkapkan bahwa evaluasi pasca-putaran kedua menunjukkan perlunya kedalaman skuad, terutama di lini depan. Pihaknya kini tengah melakukan pendekatan intensif terhadap penyerang muda berbakat untuk mengisi posisi "nomor 9".

"Diskusi terakhir dengan tim pelatih, kami sepakat mencari satu striker muda lagi di posisi nomor 9. Saat ini kami sedang menyortir beberapa nama untuk meningkatkan opsi taktikal tim," ujar Fendi Jonathan, Senin (2/2/2026).

Langkah ini cukup mengejutkan mengingat PSMS sebelumnya sudah meresmikan sembilan pemain baru, termasuk Antoni Nugroho yang semula disebut sebagai rekrutan penutup. Fendi menjelaskan bahwa persaingan di putaran ketiga akan jauh lebih berat karena harus berhadapan dengan tim-tim papan atas, sehingga rotasi pemain menjadi kunci utama.

Denda Rp45 Juta Membayangi Prestasi 

Di tengah persiapan teknis yang matang, kabar kurang sedap justru datang dari meja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. PSMS Medan kembali terjebak sanksi denda yang cukup fantastis, yakni total sebesar Rp45 juta. Sanksi ini merupakan buntut dari insiden saat laga melawan Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatera Utara, pertengahan Januari lalu.

Berdasarkan keputusan Komdis, pelanggaran pertama berupa aksi dua oknum suporter yang nekat memasuki area lapangan di belakang gawang, yang memicu denda Rp30 juta. Selain itu, nyanyian bernada provokasi dan hinaan terhadap perangkat pertandingan menambah beban denda klub sebesar Rp15 juta.

Fendi Jonathan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas perilaku oknum suporter tersebut. Baginya, sanksi berulang ini sangat merugikan klub secara finansial dan reputasi.

“Kami sangat kecewa karena masalahnya selalu sama. Kami merasa bermain di kandang sendiri justru lebih merugi daripada saat bertandang. Ke depan, kami akan melakukan pendekatan lebih dalam kepada kelompok suporter agar kejadian ini tidak terulang lagi,” pungkas Fendi.

Hingga saat ini, manajemen PSMS masih merahasiakan identitas striker baru yang tengah dinegosiasikan. Namun, kehadiran amunisi baru ini diharapkan mampu menjadi pelipur lara di tengah bayang-bayang denda yang terus membayangi perjalanan Ayam Kinantan musim ini.

Sumber:

Berita Terkait