Skenario 'Finish' Lima Besar: Menakar Peluang PSMS Medan dan Privilese Laga Kandang di Putaran Ketiga

Skenario 'Finish' Lima Besar: Menakar Peluang PSMS Medan dan Privilese Laga Kandang di Putaran Ketiga

PSMS Medan berpeluang tembus 5 besar Grup A Liga 2 jika menang lawan FC Bekasi City. Intip syarat mutlak dan privilese laga kandang di putaran ketiga-.Foto:PSMS-

SUMUT.DISWAY.ID – Napas perjuangan PSMS Medan di putaran kedua Liga 2 Indonesia 2025/2026 masih berlanjut. Skuad berjuluk Ayam Kinantan ini mengincar posisi prestisius di lima besar klasemen Grup A saat menjamu FC Bekasi City di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026) pukul 19.00 WIB. Laga pamungkas putaran kedua ini menjadi penentu masa depan PSMS dalam menapaki fase kompetisi berikutnya.

Secara matematis, peluang PSMS untuk merangsek ke papan atas masih terbuka lebar, namun mereka harus memenuhi dua syarat mutlak yang cukup menantang.

Syarat Wajib: Kemenangan dan "Bantuan" PSPS Pekanbaru

Langkah pertama yang harus PSMS lalui adalah mengamankan tiga poin penuh di markas sendiri. Kemenangan atas FC Bekasi City akan mendongkrak perolehan poin Ayam Kinantan menjadi 26 poin. Hasil ini secara otomatis akan membawa mereka menggeser posisi Persiraja Banda Aceh dari peringkat ke-5.

Namun, kemenangan saja tidak cukup. Nasib PSMS juga bergantung pada hasil pertandingan lain. Syarat kedua adalah berharap Persiraja Banda Aceh gagal meraih poin penuh saat bertandang melawan PSPS Pekanbaru. Jika Persiraja hanya mampu bermain imbang atau kalah, maka PSMS dipastikan akan mengunci posisi lima besar.

Mengapa Peringkat Lima Besar Sangat Krusial?

Posisi di klasemen akhir putaran kedua bukan sekadar angka di atas kertas. Berdasarkan Regulasi Kompetisi Liga 2 Indonesia 2025/2026 yang menggunakan sistem triple round robin, peringkat akhir akan menentukan keuntungan strategis di putaran ketiga.

Sistem ini memberikan hak istimewa atau privilese bagi tim yang berhasil finis di kelompok papan atas (peringkat 1-5). Tim-tim di kelompok ini berhak mendapatkan jatah 5 kali pertandingan kandang dan 4 kali pertandingan tandang pada putaran ketiga nanti.

Sebaliknya, tim yang terlempar ke kelompok papan bawah (peringkat 6-10) harus menerima konsekuensi jadwal yang lebih berat, yakni hanya 4 kali bermain di kandang dan 5 kali bertanding di markas lawan. Perbedaan jumlah laga kandang ini sangat krusial bagi PSMS yang sangat mengandalkan dukungan suporter di Stadion Utama Sumatera Utara untuk mendulang poin.

Ari Maring: Fokus Kami Hanya Tiga Poin

Menanggapi skenario rumit tersebut, penyerang sayap PSMS, Ari Maring, memilih untuk tetap membumi dan fokus pada performa tim di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh penggawa Ayam Kinantan sudah menyiapkan mental baja guna menghadapi gempuran FC Bekasi City yang dikenal memiliki kedalaman skuad berkualitas.

"Kami sudah melakukan evaluasi dari setiap pertandingan sebelumnya. Menang atau kalah adalah pembelajaran, tapi untuk laga esok, target kami tidak bisa ditawar lagi. Kami harus mengamankan tiga poin penuh untuk menjaga asa ke papan atas," tegas Ari Maring dengan penuh optimisme.

Dukungan publik Medan di stadion kebanggaan Sumatera Utara tersebut diharapkan mampu memicu semangat juang para pemain. Bagi PSMS, laga besok malam bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pintu gerbang menuju jalur perebutan juara yang lebih menguntungkan di putaran ketiga.

 

Sumber:

Berita Terkait