Tragedi Maut Perlintasan Tanpa Palang di Tebing Tinggi: 9 Nyawa Melayang Dihantam KA Sri Bilah
SUMUT.DISWAY.ID - Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Sumatera Utara, merenggut sembilan nyawa sekaligus. Insiden berdarah ini melibatkan mobil Toyota Avanza dan Kereta Api (KA) Sri Bilah Utama di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, pada Rabu (21/1) petang. Peristiwa ini memicu kritik tajam masyarakat terkait standar keamanan perlintasan kereta api di wilayah tersebut.
Kejadian bermula saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP yang mengangkut sembilan orang melintas di perlintasan kereta api Lingkungan III sekitar pukul 18.30 WIB. Mobil tersebut tengah dalam perjalanan pulang menuju Deli Serdang setelah rombongan menghadiri acara keluarga di Batu Bara dan menjenguk kerabat di Sei Segiling.
Kronologi Seretan Maut Sejauh 20 Meter
Saksi mata di lokasi kejadian, Syahril (64), mengungkapkan bahwa warga setempat sebenarnya sudah menyadari kedatangan kereta api dan mencoba memberikan peringatan keras. Namun, teriakan warga tidak terdengar atau tidak dihiraukan oleh pengemudi mobil, Abdul Kadir (43).
Di saat yang bersamaan, KA Sri Bilah Utama (KA U54) dengan lokomotif CC 2018344 melaju kencang dari arah Kisaran menuju Medan. Masinis Hendrik Santoso tidak mampu menghindari benturan saat mobil sudah berada di tengah rel. Kuatnya hantaman membuat mobil terseret sejauh 20 meter hingga ringsek parah sebelum kereta benar-benar berhenti.
Daftar Korban dan Penanganan Medis
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Lidya SIK, MH, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang di dalam mobil tidak ada yang selamat. Delapan orang tewas seketika di lokasi kejadian, termasuk dua orang anak-anak berinisial MH (4) dan MA (6). Sementara itu, sang pengemudi sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi, namun nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.
Berikut adalah daftar korban tewas dalam insiden tersebut:
Abdul Kadir (43): Sopir, warga Medan Marelan.
Rizal (59): Warga Patumbak, Deli Serdang.
Daratul Laila (50), Risnawati (57), MH (4), MA (6), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Suhery (40): Seluruhnya merupakan warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang.
Sembilan mobil ambulans telah mengevakuasi seluruh jenazah dari RS Bhayangkara menuju rumah duka di Deli Serdang. Pihak kepolisian juga telah mengamankan bangkai mobil Avanza yang rusak berat sebagai barang bukti.
Desakan Keamanan Perlintasan Tanpa Palang
Peristiwa memilukan ini kembali menyoroti urgensi pemasangan palang pintu dan penjagaan di titik-titik rawan perlintasan kereta api di Sumatera Utara. Ketiadaan sistem peringatan otomatis di area padat penduduk seperti Kecamatan Padang Hilir dinilai menjadi "bom waktu" yang terus mengancam keselamatan pengguna jalan.
Sumber: