Urai Penumpukan Lini Tengah, PSMS Medan Pinjamkan M Hidayat ke PSIS Semarang
PSMS Medan resmi meminjamkan gelandang senior M Hidayat ke PSIS Semarang. Keputusan ini diambil guna mengurai penumpukan pemain di lini tengah tim Ayam Kinantan-.Foto:IG@psms-
SUMUT.DISWAY.ID - Manajemen PSMS Medan resmi mengambil langkah strategis di bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026. Klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut menyepakati peminjaman gelandang bertahan andalannya, M Hidayat, ke kontestan Liga 2 lainnya, PSIS Semarang.
Laskar Mahesa Jenar akan menggunakan jasa pemain berpengalaman tersebut hingga berakhirnya kompetisi musim ini. Keputusan cepat ini diambil manajemen setelah merespons permintaan resmi dari pihak PSIS yang membutuhkan sosok jenderal lapangan tengah untuk memperkuat kedalaman skuad mereka.
Respons Cepat Permintaan Manajemen PSIS
Manajer PSMS Medan, Riris Sufadli, mengonfirmasi bahwa kepastian kepindahan Hidayat terjadi setelah adanya instruksi dari Presiden Klub, Fendi Jonathan. Menurut Riris, PSIS Semarang sangat membutuhkan karakter permainan yang dimiliki Hidayat.
"Tadi siang saya mendapat kabar dari Pak Presiden bahwa PSIS meminta Hidayat karena sesuai dengan kebutuhan tim mereka. Prosesnya berjalan sangat cepat, bahkan hari ini Hidayat dijadwalkan langsung berangkat menuju Semarang," ujar Riris pada Rabu 21 Januari 2028.
M Hidayat sendiri tercatat sebagai pemain yang cukup sering berkontribusi bagi PSMS sepanjang musim ini. Dari 10 laga yang ia lakoni, Hidayat tampil sebanyak tujuh kali sebagai starter dengan total 572 menit bermain. Namun, ketatnya persaingan membuat pemain senior ini hanya mencatatkan dua kali penampilan penuh selama 90 menit.
Dampak Kedatangan Pemain Anyar
Pelatih kepala PSMS, Eko Purdjianto, menjelaskan bahwa lini tengah timnya saat ini memang mengalami penumpukan pemain. Masuknya tenaga baru seperti M Farhan dan Riki Tobugu membuat opsi di posisi nomor 6 dan 8 menjadi sangat melimpah.
"Stok pemain di posisi gelandang bertahan dan tengah sudah memadai dengan adanya penambahan Farhan dan Riki. Terjadi penumpukan di sana, sehingga peminjaman ini menjadi solusi yang adil bagi semua pihak," jelas Eko.
Meski secara kualitas Eko masih menyukai gaya bermain Hidayat untuk rotasi tim, ia memahami bahwa seorang pemain senior membutuhkan jam terbang reguler yang tidak bisa dijamin sepenuhnya di skuad PSMS saat ini.
Peluang Kembali ke Medan Masih Terbuka
Manajemen PSMS menegaskan bahwa peminjaman ini bukan merupakan perpisahan permanen. Status Hidayat yang hanya pinjaman hingga akhir musim menjaga peluang sang pemain untuk kembali mengenakan seragam hijau musim depan.
"Ini bukan perpisahan selamanya. Statusnya hanya pinjaman sampai akhir musim. Mengenai bagaimana kontrak ke depannya, akan kita bicarakan lagi setelah masa peminjaman tuntas," pungkas Riris.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi kedua klub, di mana PSIS mendapatkan tambahan kekuatan instan, sementara PSMS berhasil merampingkan skuad demi menjaga stabilitas kompetisi internal tim.
Sumber: