Darurat di Langit Maros: Pesawat Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak
Operasi darurat pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar yang hilang di Maros. Fokus pencarian di kawasan perbukitan Leang-leang.-wikipedia-
SUMUT.DISWAY.ID - Langit Sulawesi Selatan mendadak mencekam pada Sabtu (17/1) siang setelah sebuah pesawat turboprop jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang dari pantauan radar. Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport yang tengah menempuh rute dari Yogyakarta menuju Makassar tersebut kehilangan kontak secara misterius tepat di atas wilayah perbukitan Kabupaten Maros.
Seharusnya, burung besi tersebut sudah menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Namun, komunikasi terakhir terputus pada pukul 13.17 WITA, meninggalkan tanda tanya besar bagi otoritas penerbangan dan keluarga penumpang.
Titik Koordinat Terdeteksi di Kawasan Leang-leang
Menanggapi situasi darurat tersebut, Basarnas Makassar langsung meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Berdasarkan data koordinat terakhir yang dikirimkan oleh AirNav, tim penyelamat meyakini pesawat berada di sekitar area Leang-leang, sebuah kawasan yang dikenal dengan tebing-tebing karst dan pemukiman padat.
"Kami sedang berpacu dengan waktu menuju lokasi titik koordinasi di Leang-leang, Maros," ungkap Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menangani insiden ini. Sebanyak 25 personel yang terbagi dalam tiga tim elit telah bergerak menembus medan Maros yang cukup menantang. Tim ini membawa misi utama untuk menemukan keberadaan pesawat sedini mungkin guna memaksimalkan peluang penyelamatan.
Aparat Keamanan Perketat Wilayah
Kabar hilangnya pesawat ini juga memicu kesiapsiagaan di jajaran kepolisian. Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, turun tangan langsung untuk mengoordinasikan jajarannya dalam memastikan kebenaran informasi lapangan. Meski informasi masih terus berkembang, pihak kepolisian mulai menyisir laporan dari warga sekitar yang mungkin mendengar atau melihat tanda-tanda jatuhnya pesawat.
"Kami masih memastikan kebenaran infonya di lapangan, namun personel sudah kami siagakan untuk menyisir wilayah tersebut," tutur Douglas.
Menanti Kepastian di Bandara Sultan Hasanuddin
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Bandara Sultan Hasanuddin masih diselimuti ketidakpastian. Pesawat ATR 42-500 merupakan andalan untuk rute regional, dan hilangnya kontak ini menjadi alarm serius bagi keselamatan transportasi udara nasional di awal tahun 2026.
Masyarakat kini tertuju pada kerja keras tim SAR gabungan yang sedang berjibaku di lapangan. Lokasi Leang-leang yang memiliki kontur geografis unik menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian udara maupun darat. Pihak maskapai diharapkan segera memberikan keterangan lengkap mengenai manifes penumpang demi memberikan kejelasan bagi pihak keluarga yang tengah menanti kabar.
Sumber: