Bukan Sekadar Buah, Ekstrak Alpukat Ternyata Berpotensi Jadi Bahan Alami Tabir Surya
Peneliti Universitas Muhammadiyah Kudus temukan potensi ekstrak alpukat sebagai bahan alami tabir surya. Kandungan SPF dan antioksidannya mampu lindungi kulit.-Foto:Ilust/Unsplash@KimiaZarifi-
SUMUT.DISWAY.ID - Buah alpukat (Persea americana Mill) selama ini lebih populer sebagai menu diet atau bahan masker wajah alami. Namun, sebuah riset terbaru mengungkapkan fakta menarik bahwa ekstrak buah alpukat ternyata menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan utama tabir surya alami guna melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (UV).
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kudus yang berfokus pada kandungan Sun Protection Factor (SPF) dalam alpukat. Studi ini menjadi angin segar bagi industri kecantikan yang kini mulai beralih ke bahan-bahan berbasis organik dan minim kimia sintetis.
Uji Efektivitas dan Kandungan SPF
Dalam proses risetnya, tim peneliti menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur seberapa besar daya serap ekstrak alpukat terhadap sinar UV. Pengujian ini berlangsung di Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tiga variasi konsentrasi, yakni 5 ppm, 15 ppm, dan 25 ppm.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak alpukat mampu menyerap sinar ultraviolet secara efektif. Nilai SPF tertinggi ditemukan pada konsentrasi 25 ppm, yang masuk dalam kategori perlindungan sedang. Sementara itu, pada konsentrasi yang lebih rendah, tingkat perlindungan yang dihasilkan masih berada di kategori minimal.
Rahasia Antioksidan dalam Alpukat
Selain menguji nilai SPF, peneliti juga melakukan skrining fitokimia untuk membedah kandungan senyawa di dalam buah hijau ini. Hasilnya, ekstrak alpukat terbukti mengandung senyawa alkaloid dan fenol. Kedua senyawa ini dikenal luas memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Antioksidan berperan krusial dalam menjaga kesehatan kulit karena mampu menangkal radikal bebas yang muncul akibat paparan sinar matahari berlebih. Dengan adanya kandungan ini, alpukat tidak hanya berfungsi sebagai tabir surya, tetapi juga membantu mencegah kerusakan sel kulit secara lebih mendalam.
Pengembangan Produk Masa Depan
Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, para peneliti mencatat bahwa ekstrak alpukat ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Fokus ke depan adalah meningkatkan efektivitas perlindungan serta menjaga kestabilan formulasi jika nantinya diaplikasikan ke dalam produk skincare komersial.
Laporan penelitian yang telah dipublikasikan dalam INNOVATIVE: Journal of Social Science Research ini diharapkan menjadi landasan awal bagi pengembangan kosmetik berbasis bahan alam di Indonesia. Inovasi ini membuktikan bahwa kekayaan nabati lokal memiliki peluang besar untuk menggantikan bahan kimia dalam produk perlindungan diri sehari-hari.
Sumber: