Duka Sumatera Utara: Korban Meninggal Akibat Bencana Alam Bertambah Jadi 374 Orang
Pusdalops PB Sumut melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam bertambah menjadi 374 orang-Basarnas-
SUMUT.DISWAY.ID - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara kembali merilis pembaruan data korban akibat rangkaian bencana alam yang menerjang provinsi tersebut. Hingga Jumat sore pukul 17.00 WIB, otoritas mencatat total korban meninggal dunia kini mencapai 374 orang.
Angka ini menunjukkan penambahan dua korban jiwa dibandingkan laporan sebelumnya pada Rabu 7 Januari 2026 yang berjumlah 372 orang. Para korban tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota dari total 19 wilayah yang terdampak bencana di seluruh Sumatera Utara.
Tapanuli Tengah Tercatat Sebagai Wilayah Terdampak Paling Parah
Berdasarkan pendataan Pusdalops PB Sumut, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan tingkat kehilangan nyawa tertinggi, yakni mencapai 129 orang. Wilayah sekitarnya juga mencatatkan angka yang memprihatinkan, seperti Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 93 korban jiwa dan Kota Sibolga sebanyak 55 orang.
Selain itu, laporan kematian juga datang dari Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 36 orang, Kabupaten Langkat 16 orang, serta Kabupaten Deli Serdang dengan 17 korban jiwa. Di ibu kota provinsi, Kota Medan, tercatat sebanyak 12 warga meninggal dunia akibat rentetan bencana ini.
Wilayah lain yang turut melaporkan adanya korban jiwa meliputi Kabupaten Humbang Hasundutan (10 orang), Pakpak Bharat (2 orang), Nias (2 orang), serta masing-masing satu korban jiwa di Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Nias Selatan.
Komitmen Penanganan Darurat oleh BPBD Sumut
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat data sementara. Pihaknya terus melakukan sinkronisasi laporan yang masuk dari Pusdalops PB di tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan keakuratan informasi.
"Kami terus melakukan berbagai upaya penanganan bencana di masing-masing wilayah terdampak dengan melibatkan sejumlah pemangku kebijakan terkait. Kami akan terus menginformasikan perkembangan situasi maupun pembaruan data secara berkala kepada publik," ujar Sri Wahyuni di Medan.
Saat ini, fokus utama tim gabungan adalah memastikan bantuan logistik sampai ke area terisolasi dan melakukan pemulihan infrastruktur dasar. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengimbau warga di area rawan longsor dan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di awal tahun 2026 ini.
Sumber: