Durian Sering Disalahkan Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Medis yang Sebenarnya

Durian Sering Disalahkan Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Medis yang Sebenarnya

Durian tidak mengandung kolesterol. Namun konsumsi berlebihan dapat meningkatkan trigliserida dan memicu kolesterol tinggi.-pixabay-

SUMUT.DISWAY.ID - Durian kerap dituding sebagai penyebab naiknya kadar kolesterol setelah dikonsumsi. Tidak sedikit orang yang mendapati hasil pemeriksaan darah menunjukkan angka kolesterol lebih tinggi usai menyantap buah berjuluk raja buah tersebut. Namun, penelitian medis menunjukkan fakta yang berbeda. Secara alami, buah Durian tidak mengandung kolesterol sama sekali.

Kolesterol hanya ditemukan pada produk hewani seperti daging, telur, dan susu. Durian, sebagai buah, bebas kolesterol. Lantas, mengapa konsumsi durian sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dalam darah?

Peningkatan kadar kolesterol setelah makan durian umumnya terjadi secara tidak langsung. Penyebab utamanya berasal dari kandungan gula sederhana, terutama fruktosa dan glukosa, yang terdapat dalam jumlah tinggi. Saat seseorang mengonsumsi durian secara berlebihan, tubuh menerima asupan gula yang melampaui kebutuhan energi harian.

Hati kemudian mengolah kelebihan gula tersebut melalui proses metabolisme. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika asupan gula berlebih, hati akan mengubahnya menjadi trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak darah. Kadar trigliserida yang tinggi berperan dalam meningkatkan kolesterol jahat atau LDL, sekaligus menurunkan kolesterol baik atau HDL. Kondisi inilah yang membuat hasil tes darah tampak menunjukkan lonjakan kolesterol.

Selain faktor gula, terdapat beberapa alasan lain yang menjelaskan mengapa durian dapat berdampak kurang baik pada profil lemak tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Durian termasuk buah dengan kepadatan kalori tinggi. Dalam satu porsi sedang, durian dapat mengandung sekitar 150 hingga 300 kalori. Konsumsi berlebihan berpotensi menyebabkan penumpukan lemak visceral, yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik.

Durian yang sangat matang juga mengalami proses fermentasi alami yang menghasilkan alkohol dalam kadar kecil. Alkohol ini dapat memicu peningkatan produksi lemak di hati apabila dikonsumsi dalam jumlah besar. Selain itu, meskipun durian mengandung lemak tak jenuh tunggal yang relatif sehat, buah ini juga memiliki kandungan lemak jenuh dalam jumlah kecil. Kombinasi lemak jenuh dan gula tinggi dapat memperburuk kondisi pembuluh darah.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa durian tetap dapat dikonsumsi, asalkan dalam jumlah wajar. Pembatasan porsi menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan trigliserida dan kolesterol tidak langsung.

Bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau gangguan metabolik, kehati-hatian ekstra sangat disarankan. Jika setelah mengonsumsi durian muncul keluhan seperti pusing atau rasa kaku di tengkuk, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah bijak.

 

Sumber: