Bukan Bikin Awet, Ini Bahan Dapur yang Justru Rusak Jika Disimpan di Dalam Kulkas

Bukan Bikin Awet, Ini Bahan Dapur yang Justru Rusak Jika Disimpan di Dalam Kulkas

Aneka bahan makanan seperti pisang, kentang, dan bawang yang diletakkan di meja dapur pada suhu ruang.--

sumut.disway.id - Lemari pendingin kerap diandalkan sebagai tempat penyimpanan utama untuk memperpanjang usia kesegaran bahan pangan. Namun, riset dari laman toshiba-lifestyle.com menunjukkan tidak seluruh jenis makanan cocok diletakkan pada suhu dingin.

Beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan kualitas, perubahan tekstur, hingga kerusakan rasa jika disimpan di dalam kulkas.

Komoditas seperti pisang mengalami perubahan warna kulit dan tekstur saat terpapar suhu dingin berlebih. Jenis buah tertentu disarankan tetap berada di suhu ruang hingga matang sempurna sebelum dipindahkan ke area pendingin.

Suhu dingin juga berdampak buruk pada kentang. Penyimpanan pada suhu terlalu rendah mengubah struktur kualitasnya sehingga kurang ideal saat diolah menjadi masakan.

Perubahan Tekstur Roti dan Aturan Menyimpan Bawang

Menyimpan roti di dalam kulkas tidak menjamin kesegarannya bertahan lebih baik. Kelembapan udara dingin justru mempercepat proses pengeringan dan merubah tekstur roti. Untuk penggunaan jangka panjang, metode pembekuan di freezer menjadi opsi yang lebih tepat dibanding penyimpanan di rak pendingin biasa.

Bumbu dapur seperti bawang putih dan bawang bombai utuh memerlukan lingkungan penyimpanan yang kering, sejuk, serta memiliki sirkulasi udara baik. Meski demikian, perlakuan khusus wajib diterapkan apabila bawang sudah dikupas atau dipotong. Bawang terpotong harus disimpan di wadah tertutup di dalam kulkas demi menjaga keamanan pangan.

Bahan Makanan yang Wajib Masuk Pendingin

Kelompok bahan makanan yang tergolong cepat rusak seperti daging segar, ikan, serta produk olahan susu tetap membutuhkan suhu dingin sesuai petunjuk penyimpanan.

Sementara untuk makanan matang, simpan di dalam wadah tertutup rapat dan hindari membiarkannya berada di suhu ruang terlalu lama.

Penyesuaian metode penyimpanan sesuai karakteristik bahan membantu mempertahankan kualitas nutrisi sekaligus menekan risiko pembusukan makanan di rumah.

 

Sumber: